Kompas.com - 24/10/2017, 16:25 WIB
|
EditorErvan Hardoko

ABUJA, KOMPAS.com - Sebuah universitas di Nigeria menyewa seorang pawang ular untuk mengatasi masalah reptil di kampusnya. Apalagi sejak seorang mahasiswi tewas setelah dipatuk hewan berbisa itu.

Zainab Umar, mahasiswi tingkat akhir Fakultas Ekonomi Universitas Umaru Musa Yar'Adua, tewas Senin (23/10/2017), setelah dipatuk ular tiga hari sebelumnya.

Dekan Bidang Hubungan Mahasiswa Universitas Umaru Musa Yar'Adua, Dr Suleiman Kankara menjelaskan, pihak universitas langsung menghubungi pawang ular untuk mencegah insiden itu terulang.

"Kami langsung menyewa (pawang ular) setiap kali mendapat laporan," kata Kankara kepada Nigerian Daily Post.

Baca juga : Buaya hingga Ular Ditemukan di Dalam Koper Penumpang di Bandara Soekarno-Hatta

Kankara menjelaskan, sejatinya nyawa Zainab bisa diselamatkan jika saja dia tidak dibawa dari klinik universitas tempatnya dirawat.

Kankara bercerita dia sempat menelepon ibu mahasiswi itu untuk mengatakan Zainab masih harus berada di klinik sampai benar-benar dinyatakan sembuh.

"Namun, Sabtu malam (21/10/2017), saya mendapat kabar dari universitas bahwa teman dan saudara Zainab sudah membawanya keluar dari klinik," sesalnya.

Gigitan ular berbisa menjadi kasus yang cukup banyak terjadi di Nigeria.

BBC melaporkan, setiap tahun, setidaknya 10.000 orang digigit ular, dengan jumlah kematian tidak diketahui secara pasti.

Adapun praktik pawang ular sudah dikenal umum di Nigeria. Biasanya, hal ini menjadi atraksi di jalanan.

Baca juga : Apa yang Harus Dilakukan jika Digigit Ular Tak Berbisa?

Si pawang bakal meniup seruling, dengan ular berbisa menyembul dari dalam keranjang anyaman.

Sang pawang kemudian menempelkan tangannya ke kepala si ular seolah memperlihatkan dia memiliki kekuatan magis untuk mengendalikan hewan melata tersebut.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

 
Pilihan Untukmu


Video Pilihan

Sumber RT
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.