Kompas.com - 20/07/2017, 13:56 WIB
Suasana sampah yang menumpuk di Kali Gendong, Waduk Pluit, Penjaringan, Jakarta Utara, Selasa (14/3/2017). Kurangnya kesadaran masyarakat membuang sampah sembarangan mengakibatkan sampah plastik dari rumah tangga nyaris menyerupai daratan tersebut menumpuk di sepanjang Kali Gendong. (Foto: Ilustrasi) KOMPAS.com / GARRY ANDREW LOTULUNGSuasana sampah yang menumpuk di Kali Gendong, Waduk Pluit, Penjaringan, Jakarta Utara, Selasa (14/3/2017). Kurangnya kesadaran masyarakat membuang sampah sembarangan mengakibatkan sampah plastik dari rumah tangga nyaris menyerupai daratan tersebut menumpuk di sepanjang Kali Gendong. (Foto: Ilustrasi)
EditorPascal S Bin Saju

WASHINGTON DC, KOMPAS.com —  Industri telah menghasilkan lebih dari 9,1 miliar ton plastik sejak tahun 1950. Cukup banyak plastik yang tersisa untuk menimbun Manhattan, di New York, Amerika Serikat, di kedalaman dua mil atau 3,6 km di bawah permukaan sampah.

Berita itu dirilis kantor berita Associated Press pada Rabu (19/7/2017) dengan merujuk sebuah studi terbaru yang dipublikasikan dalam jurnal Science Advances di hari yang sama.

Plastik tidak rusak seperti bahan buatan manusia lainnya.

Tiga perempat barang itu berakhir sebagai limbah di tempat pembuangan sampah, mengotori daratan, dan mengambang di lautan, danau dan sungai, demikian penelitian yang dilaporkan dalam jurnal Science Advances, Rabu.

"Pada tingkat saat ini, kita benar-benar menuju planet plastik," kata penulis utama studi tersebut, Roland Geyer, seorang ahli ekologi industri di University of California, Santa Barbara. "Ini adalah sesuatu yang harus kita perhatikan."

Baca: Ini Penampakan Kemasan Laptop dari Bahan Sampah Plastik

Ledakan plastik (plastic boom) dimulai setelah Perang Dunia II, dan sekarang plastik ada dimana-mana, yang digunakan dalam kemasan seperti botol plastik dan barang konsumsi seperti ponsel dan kulkas.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Plastik juga ada di pipa dan bahan bangunan lainnya, ada di mobil dan pakaian, biasanya seperti bahan poliester.

Penulis kajian lainnya, Jenna Jambeck dari Universitas Georgia, mengatakan, kita perlu mengetahui berapa banyak sampah plastik yang ada di seluruh dunia sebelum masalah itu bisa ditangani.

Menurut penghitungan mereka, dari 9,1 miliar ton yang dihasilkan, hampir 7 miliar ton sudah tidak digunakan lagi.

Halaman Selanjutnya
Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.