Kompas.com - 24/05/2017, 13:26 WIB
ilustrasi BBCilustrasi
EditorGlori K. Wadrianto

SEOUL, KOMPAS.com - Pengadilan militer Korea Selatan, di Seoul, Rabu (24/5/2017), menjatuhkan vonis enam bulan penjara kepada seorang kapten di jajaran militer negeri itu. 

Kapten tersebut terbukti melakukan hubungan seks sesama jenis dengan seorang tentara lain.

Vonis penjara ini dijatuhkan di tengah tuduhan bahwa militer Korsel sedang mengelar upaya untuk memburu para personel homoseks.

Baca: Militer Korsel Disebut "Buru" Para Prajurit Homoseks

Kapten -yang namanya tidak dipublikasikan, dihukum karena melanggar klausul dalam undang-undang militer Korsel, yang melarang aktivitas homoseksualitas di lingkungan militer.

Seperti diberitakan AFP, militer Korsel bakal terus menggencarkan penanganan dan tindakan terhadap perbuatan yang melanggar aturan tersebut. 

Kapten itu dijatuhi hukuman enam bulan penjara, dengan hukuman percobaan satu tahun.

Tindakan homoseksualitas bukanlah kejahatan bagi warga sipil di negeri gingseng itu. Namun, di tengah budaya konservatif di sana, pernikahan sesama jenis belum diakui. 

Presiden baru Korsel Moon Jae-In, yang terpilih awal bulan ini, adalah seorang mantan pengacara hak asasi manusia dan dipandang sebagai seorang liberal.

Namun dia mendapat kecaman dari para aktivis setelah mengatakan dalam debat di televisi bahwa dia tidak menyukai homoseksualitas.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X