Kompas.com - 05/05/2017, 07:41 WIB
EditorErvan Hardoko

KOPENHAGEN, KOMPAS.com - Seorang peterjun payung lolos dari maut setelah parasut yang digunakannya "nyangkut" di perut pesawat terbang beberapa saat setelah melompat keluar.

Insiden itu terjadi di landasan udara Lindtorp, sebelah barat kota Aarhus, Denmark dan menimpa seorang peterjun payung berusia 45 tahun.

Parasut yang digunakan pria yang tak disebutkan namanya itu tersangkut di perut pesawat di ketinggian 2.500 kaki atau sekitar 760 meter dari permukaan laut.

"Beruntung sang instruktur yang melompat sebelum peterjun itu bisa melakukan kontak radio dengan pilot dan staf darat, sehingga operasi penyelamatan bisa dilakukan," ujar petugas kepolisian Jutland, Jens Claumarch.

Baca: Peterjun Payung Norwegia Nyaris Dihantam Meteorit

"Saat itu, pesawat sudah turun ke ketinggian 500 meter, tetapi naik lagi dan berputar sejauh satu kilometer agar peterjun itu bisa melepaskan diri dan menggunakan parasutnya," tambah Jens.

Akibat parasut tak kunjung terlepas, pesawat itu terpaksa berputar-putar untuk menghabiskan bahan bakar sambil diikuti sebuah helikopter ambulans.

Mereka terus berputar hingga sang peterjun payung menyatakan dirinya siap untuk melakukan pendaratan.

Insiden itu berlangsung selama hampir satu jam hingga akhirnya pilot sukses mendaratkan pesawatnya dengan selamat sambil menggeret sang peterjun sejauh 200 meter di landasan rumput itu hingga akhirnya berhenti.

Sebelum mendarat, landasan disirami busa terlebih dulu untuk melunakkan permukaan tanah demi mengurangi dampak terhadap sang peterjun payung di saat pesawat mendarat dalam kecepatan serendah-rendahnya.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.