Indonesia Kecam Vanuatu dan Solomon soal HAM Papua

Kompas.com - 04/03/2017, 18:12 WIB
Peta Papua dan Papua Barat Google MapsPeta Papua dan Papua Barat
|
EditorPascal S Bin Saju

 

GENEVA, KOMPAS.com - Indonesia terus terlibat konflik terbuka dengan Vanuatu dan Kepulauan Solomon di forum Dewan Hak Asasi Manusia (HAM) Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) di Geneva, Swiss, soal isu HAM di Papua.

Indonesia berang terhadap sikap Vanuatu dan Kepulauan Solomon yang mengusung aspirasi kepentingan separatisme dengan cara mempolitisasi isu HAM di Papua.

Delegasi Indonesia menyampaikan kecaman tersebut ketika ikut hadir langsung dalam side event yang diselenggarakan Vanuatu dan Kepulauan Solomon  di sela-sela Sidang Dewan HAM Sesi ke-34, Jumat (3/3/2017) di Geneva. 

Perwakilan Tetap Republik Indonesia (PTRI) di Geneva dalam keterangan persnya yang diterima Kompas.com di Kairo, Mesir, melaporkan, delegasi Indonesia dalam forum tersebut menyampaikan bantahan atas tuduhan yang disampaikan oleh sejumlah pihak tentang situasi HAM di Indonesia dan di dua Propinsi Papua dan Papua Barat.

Bantahan-bantahan yang Indonesia sampaikan antara lain bahwa Indonesia bukanlah negara penjajah dan tidak pernah menjadi negara penjajah.

Hubungan bernegara antara Indonesia, Kepulauan Solomon, dan Vanuatu haruslah atas dasar saling menghormati terhadap kedaulatan dan integritas wilayah masing-masing.

Menyerukan agar Kepulauan Solomon dan Vanuatu menegakkan dan menghormati prinsip-prinsip dasar HAM sesuai dengan komitmen dan dukungan mereka terhadap resolusi Sidang Manjelis Umum PBB Nomor 60/251 untuk tidak mempolitisasi HAM.

Terutama lagi politisasi isu HAM melalui aspirasi separatisme yang diungkapkan oleh sejumlah panelis termasuk United Liberation Movement of West Papua (ULMWP) atau Persatuan Gerakan Pembebasan Papua Barat.

Meluruskan klaim sejumlah panelis bahwa Indonesia tidak bekerja sama dengan mekanisme HAM PBB khususnya yang menyangkut Papua dengan mempertegas bahwa Indonesia memiliki kerjasama yang konstruktif dengan semua mekanisme HAM PBB termasuk Special Rapporteur (SR) HAM PBB.

Memahami bahwa penyelenggaraan side event ini adalah untuk kepentingan politik domestik Vanuatu dan Kepulauan Solomon.

Halaman:


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X