California Sahkan UU "Hak untuk Meninggal" bagi Orang Sakit Parah

Kompas.com - 06/10/2015, 15:05 WIB
Desakan untuk mengesahkan APDesakan untuk mengesahkan "hak untuk meninggal" mengemuka di tengah besarnya dukungan kepada Brittany Maynard, pengidap kanker asal California yang pindah ke Oregon untuk mengakhiri hidupnya, tahun lalu.
EditorEgidius Patnistik
KOMPAS.com — California bergabung dengan empat negara bagian lainnya di Amerika Serikat yang membolehkan pasien sakit parah untuk mengakhiri hidupnya dengan supervisi dokter.

Undang-undang tersebut ditandatangani Gubernur California Jerry Brown, Senin (5/10/2015) waktu setempat.

Desakan untuk mengesahkan "hak untuk meninggal" mengemuka di tengah besarnya dukungan kepada Brittany Maynard, pengidap kanker asal California yang pindah ke Oregon untuk mengakhiri hidupnya, tahun lalu.

Di Oregon, "hak untuk meninggal" telah menjadi hal yang legal sejak 1997.

Tahun lalu, setidaknya 12 negara bagian lain mengajukan peraturan serupa dalam program legislasi negara bagian. Namun, tidak satu pun yang mengesahkannya menjadi undang-undang.

Kelompok pemeluk agama menentang keras gerakan untuk menjadikan "hak untuk meninggal" sebagai UU karena diklaim menentang takdir Tuhan. Gereja Katolik sebelumnya bahkan telah mendesak Gubernur Brown untuk memveto "hak untuk meninggal" saat masih dalam tahap rancangan undang-undang.

Aktivis untuk orang-orang berkebutuhan khusus pun khawatir karena pemberlakuan undang-undang "hak untuk meninggal" akan memberi tekanan bagi orang berkebutuhan khusus untuk bunuh diri.

Akan lebih tenang

Gubernur Brown, seorang Katolik yang dulu pernah masuk seminari atau sekolah untuk calon pastor, mengaku perlu berminggu-minggu sebelum memutuskan untuk menandatangani "hak untuk meninggal" sebagai undang-undang.

"Pada akhirnya, saya mengembalikan ke diri sendiri. Bagaimana saya ingin bersikap saat menghadapi kematian saya sendiri," kata sang Gubernur. "Saya tidak tahu apa yang akan saya lakukan jika saya sekarat dan sangat kesakitan. Namun, saya yakin, akan lebih tenang jika ada opsi seperti yang ditawarkan RUU ini."

UU "hak untuk meninggal" mensyaratkan adanya dua dokter yang menyetujui penggunaan obat untuk mengakhiri hidup. Selain itu, harus ada setidaknya dua orang saksi ketika obat diberikan.

Pasien juga harus mampu secara fisik untuk menenggak sendiri obat tersebut.

Selain California dan Oregon, negara bagian Washington, Vermont dan Montana, juga telah memberlakukan undang-undang serupa.

Pemberian hak untuk meninggal adalah topik yang kontroversial di dunia. Pada Juli lalu, seorang pria berusia 79 tahun menjadi orang Kolombia pertama yang menjalani eutanasia secara legal setelah menderita kanker tenggorokan stadium akhir.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X