Bawa 3 Astronot, Pesawat Soyuz Tiba di Stasiun Antariksa

Kompas.com - 05/09/2015, 12:04 WIB
KIRILL KUDRYAVTSEV / AFP Kosmonot Kazakhstan Aydyn Aimbetov (tengah), kosmonot Rusia Sergei Volkov (bawah), dan astronot Denmark Andreas Mogensen saat turun dari Soyuz TMA-18M di Baikonur, tertanggal 2 September 2015.

Pesawat antariksa milik Rusia, Soyuz, yang membawa tiga awak internasional telah tiba di Stasiun Antariksa Internasional (ISS).

Pesawat itu membawa astronot pertama Denmark, Andreas Mogensen dari Badan Antariksa Eropa; Sergei Volkov dari Roscosmos Rusia; dan Aidyn Aimbetov dari Badan Antariksa Kazakhstan.

Dengan kehadiran tiga awak baru, jumlah awak stasiun antariksa untuk pertama kalinya mencapai sembilan orang sejak November 2013.

Pengendali Misi Rusia mengatakan, Soyuz mendarat tepat waktu, kira-kira 51 jam setelah diluncurkan pada Rabu (2/9/2015) lalu dari Baikonur Cosmodrome di Kazakhstan, tempat peluncuran yang dioperasikan Rusia.

Badan Antariksa Federal Rusia telah mengubah rute penerbangan ke stasiun antariksa, dengan mengambil rute berbeda dengan rute yang dilalui selama dua tahun terakhir, dengan alasan keamanan setelah Stasiun Antariksa Internasional terpaksa menyesuaikan orbitnya untuk menghindari sampah antariksa.

Mogensen dan Aimbetov akan kembali ke Bumi tanggal 12 September bersama kosmonot kawakan Rusia, Gennady Padalka, yang telah bekerja di ISS sejak Maret. Padalka akan tercatat sebagai orang yang paling lama tinggal di antariksa, yakni 878 hari.

Sementara Volkov akan mendarat Maret tahun depan bersama astronot NASA Scott Kelly dan Mikhail Kornienko dari Rusia, yang akan berada satu tahun di antariksa pada waktu kembali ke Bumi nanti.



EditorTri Wahono
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Terkini Lainnya

Inilah 7 Fakta Menarik Ketegangan AS dan Iran

Inilah 7 Fakta Menarik Ketegangan AS dan Iran

Internasional
Korut Peringatkan Seoul Tak Campur Tangan Pembicaraan dengan AS

Korut Peringatkan Seoul Tak Campur Tangan Pembicaraan dengan AS

Internasional
Ayah dan Anak Migran Tewas Tenggelam, Trump Salahkan Demokrat

Ayah dan Anak Migran Tewas Tenggelam, Trump Salahkan Demokrat

Internasional
Pasca ISIS Kalah, Terorisme Jadi Ancaman Utama Asia Tenggara

Pasca ISIS Kalah, Terorisme Jadi Ancaman Utama Asia Tenggara

Internasional
Gunung Ulawun di Papua Nugini Muntahkan Lava, 5.000 Orang Dievakuasi

Gunung Ulawun di Papua Nugini Muntahkan Lava, 5.000 Orang Dievakuasi

Internasional
Antara Trump dan Kim Jong Un Sudah Saling Bertukar 12 Surat

Antara Trump dan Kim Jong Un Sudah Saling Bertukar 12 Surat

Internasional
Hari Ini dalam Sejarah: Perjalanan Keliling Dunia Melalui Lautan Seorang Diri

Hari Ini dalam Sejarah: Perjalanan Keliling Dunia Melalui Lautan Seorang Diri

Internasional
Seorang Mahasiswa asal Australia Dikhawatirkan Ditahan di Korea Utara

Seorang Mahasiswa asal Australia Dikhawatirkan Ditahan di Korea Utara

Internasional
'Candy Bomber', Saat AS Berupaya Menarik Hati Warga Jerman akibat Blokade Uni Soviet

"Candy Bomber", Saat AS Berupaya Menarik Hati Warga Jerman akibat Blokade Uni Soviet

Internasional
Pemerintah Venezuela Klaim Gagalkan Upaya Pembunuhan Presiden Maduro

Pemerintah Venezuela Klaim Gagalkan Upaya Pembunuhan Presiden Maduro

Internasional
Ditanya Rencana Pembicaraan dengan Putin, Trump: Bukan Urusan Anda

Ditanya Rencana Pembicaraan dengan Putin, Trump: Bukan Urusan Anda

Internasional
Pangeran William Mengaku Tak Keberatan Jika Anaknya Menjadi Gay

Pangeran William Mengaku Tak Keberatan Jika Anaknya Menjadi Gay

Internasional
[POPULER INTERNASIONAL] Kisah Joanna Paldini Diburu ISIS | Anak-anak Dimasukkan Plastik untuk ke Sekolah

[POPULER INTERNASIONAL] Kisah Joanna Paldini Diburu ISIS | Anak-anak Dimasukkan Plastik untuk ke Sekolah

Internasional
Permintaan Terakhir Nenek 93 Tahun Ini: Ditangkap Polisi

Permintaan Terakhir Nenek 93 Tahun Ini: Ditangkap Polisi

Internasional
2020, Negara Bagian Australia Ini Larang Ponsel di Sekolah Negeri

2020, Negara Bagian Australia Ini Larang Ponsel di Sekolah Negeri

Internasional

Close Ads X