Kompas.com - 12/07/2015, 09:20 WIB
Daniel Cabrera bersama ibunya, Christina Espinosa. AFPDaniel Cabrera bersama ibunya, Christina Espinosa.
EditorErvan Hardoko
MANILA, KOMPAS.com — Setelah fotonya yang sedang belajar diterangi lampu dari sebuah restoran McDonald's mendunia, seorang bocah tunawisma asal Filipina, Daniel Cabrera, kebanjiran bantuan.

Akibat banjir bantuan yang sebagian besar berupa uang itu, kini Daniel bisa berjuang menggapai mimpinya, yaitu ingin menjadi seorang polisi.

Bantuan yang diterima Daniel selain berbentuk uang juga berupa perlengkapan sekolah dan beasiswa dari sebuah perguruan tinggi di Filipina. Demikian disampaikan Christina Espinosa, ibunda Daniel.

"Kami sangat bahagia. Saya tak tahu harus berbuat apa dengan semua berkat ini. Kini Daniel tak perlu lagi menderita hanya untuk menyelesaikan sekolahnya," ujar Christina (42), yang bekerja sebagai pelayan toko dan pembantu rumah tangga.

Foto terkenal itu, yang diunggah ke Facebook oleh seorang mahasiswa, menampilkan Daniel sedang mengerjakan PR sambil duduk di trotoar dan mengunakan sebuah meja kecil dari kayu.

Dia mengerjakan PR-nya di dekat sebuah jendela restoran McDonald's sehingga dia bisa mendapatkan cahaya dari dalam rumah makan itu. Joyce Torrefranca (20), mahasiswi yang mengunggah foto mengharukan itu, memberikan komentar singkat untuk foto tersebut. "Saya terinspirasi oleh seorang bocah."

taringa.net Bocah Filipina, Daniel Cabrera, mengerjakan pekerjaan rumah (PR) dengan bantuan penerangan dari restoran cepat saji McDonald's.
Foto itu kemudian dibagi sebanyak 7.000 kali di media sosial itu dan terendus media yang kemudian menayangkan kisah haru Daniel di televisi. Tersebar di internet kemudian ditayangkan televisi membuat banyak orang lalu memberikan bantuan bagi bocah itu.

Christina Espinosa yang memiliki tiga anak, termasuk Daniel, tinggal di toko milik majikannya sejak rumah kumuh mereka hangus terbakar lima tahun lalu.

Christina mengatakan, dari dua pekerjaannya, dia hanya mendapatkan 80 peso atau kurang dari Rp 25.000 per hari. Dia kemudian mencari tambahan pendapatan dengan berjualan rokok dan permen di jalanan kota Mandaue, Pulau Cebu.

Ayah Daniel meninggal dunia pada 2013 karena diare. Christina mengatakan, Daniel adalah bocah yang gigih dan selalu bercita-cita ingin bersekolah.

Filipina adalah salah satu negara yang perekonomiannya tengah bertumbuh pesat dalam beberapa tahun terakhir ini. Namun, sekitar seperempat dari 100 juta penduduk negeri itu masih hidup di bawah garis kemiskinan dan permukiman kumuh mendominasi kota-kota besar negeri itu.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.