Di Zimbabwe, Uang 100 Miliar Dollar Hanya Bisa untuk Beli 3 Telur

Kompas.com - 12/06/2015, 22:56 WIB
Nilai uang dolar Zimbabwe sangat jatuh yang dipicu hiperinflasi beberapa tahun lalu. Akibatnya uang sebesar 100 miliar dolar Zimbabwe hanya bisa untuk membeli tiga butir telur. abc.net,auNilai uang dolar Zimbabwe sangat jatuh yang dipicu hiperinflasi beberapa tahun lalu. Akibatnya uang sebesar 100 miliar dolar Zimbabwe hanya bisa untuk membeli tiga butir telur.
EditorErvan Hardoko
HARARE, KOMPAS.com — Jika dalam buku tabungan Anda terdapat sebuah angka dengan deretan 15 nol di belakangnya, maka Anda bisa menganggap diri sebagai orang kaya.

Namun, tidak demikian bagi warga Zimbabwe yang pekan ini pasca-pemerintahnya menarik peredaran uang lokal dan menggantinya dengan uang dollar AS. Penarikan ini disebabkan nilai dollar Zimbabwe sudah sangat jatuh dan tidak berharga lagi.

Hiperinflasi yang terjadi beberapa tahun lalu menghancurkan nilai tukar dollar Zimbabwe. Kini, 1 dollar AS setara dengan 35 kuadriliun dollar Zimbabwe. Jumlah 35 kuadriliun adalah angka 35 dengan deretan 15 angka nol di belakangnya.

Di puncak krisis ekonomi Zimbabwe pada 2008, harga barang-barang kebutuhan pokok melonjak dua kali sehari. Untuk membeli kebutuhan pokok, seperti roti atau susu, warga Zimbabwe harus menyediakan beberapa kantong plastik untuk membawa setumpuk uang.

Akibat begitu tak berharganya mata uang lokal mereka, pada 2009, warga Zimbabwe lebih banyak menggunakan mata uang asing, seperti dollar AS dan mata uang Afrika Selatan, rand, dalam transaksi sehari-hari.

Pecahan tertinggi yang pernah dicetak Bank Sentral Zimbabwe (RBZ) adalah 100 triliun dollar yang hanya cukup untuk ongkos naik bus selama sepekan. Adapun uang sebesar 100 miliar dollar Zimbabwe hanya bisa ditukar dengan tiga telur. Selain untuk naik bus dan membeli telur, apa lagi yang bisa dibeli dengan mata uang dollar Zimbabwe?

Sebuah situs belanja online Zimbabwe menawarkan dua gulung sosis dengan harga 50,7 kuadriliun dollar Zimbabwe atau sekitar Rp 19.000 saja. Pembersih toilet dihargai 102,5 kuadriliun dollar Zimbabwe atau Rp 40.000, dan sepasang sarung tangan lateks bisa diperoleh dengan harga 107,4 kuadriliun dollar Zimbabwe atau hampir Rp 50.000.

Namun, mulai Senin (16/6/2015) waktu setempat, warga Zimbabwe bisa mengatakan selamat tinggal untuk mata uang mereka yang tak berharga itu. Pada Senin, warga Zimbabwe bisa pergi ke bank setempat untuk menukarkan uang lama mereka dengan dollar AS.

Setiap orang yang menukarkan 250 triliun dollar Zimbabwe akan memperoleh 1 dollar AS. Artinya, pemilik 100 triliun dollar Zimbabwe hanya akan mendapatkan uang sebesar 40 sen AS atau kurang dari Rp 7.000 saja.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Sumber Mirror
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

China Tuduh AS Berusaha 'Menghancurkan' Hong Kong lewat UU HAM dan Demokrasi

China Tuduh AS Berusaha "Menghancurkan" Hong Kong lewat UU HAM dan Demokrasi

Internasional
Berhubungan Seks dengan Remaja 17 Tahun di Mobil Patroli, Mantan Polisi Ini Ditangkap

Berhubungan Seks dengan Remaja 17 Tahun di Mobil Patroli, Mantan Polisi Ini Ditangkap

Internasional
Sandera 3 Nelayan Indonesia, Kelompok Abu Sayyaf Minta Tebusan Rp 8 Miliar

Sandera 3 Nelayan Indonesia, Kelompok Abu Sayyaf Minta Tebusan Rp 8 Miliar

Internasional
Jalankan Bisnis Penipuan Online dari Penjara, Napi Ini Raup Rp 14 Miliar

Jalankan Bisnis Penipuan Online dari Penjara, Napi Ini Raup Rp 14 Miliar

Internasional
Pelatih Kebugaran Meksiko Ini Ditemukan Tewas Ditembak dan Ditikam di Rumahnya

Pelatih Kebugaran Meksiko Ini Ditemukan Tewas Ditembak dan Ditikam di Rumahnya

Internasional
Kim Jong Un Tolak Undangan dari Presiden Korea Selatan

Kim Jong Un Tolak Undangan dari Presiden Korea Selatan

Internasional
Didesak Indonesia, DK PBB Keluarkan Status Ilegal Pemukiman Israel di Palestina

Didesak Indonesia, DK PBB Keluarkan Status Ilegal Pemukiman Israel di Palestina

Internasional
Video Ungkap Momen Polisi Selamatkan Bocah 8 Tahun yang Diculik

Video Ungkap Momen Polisi Selamatkan Bocah 8 Tahun yang Diculik

Internasional
Berkunjung ke Thailand, Paus Fransiskus Temui Pemimpin Tertinggi Agama Buddha

Berkunjung ke Thailand, Paus Fransiskus Temui Pemimpin Tertinggi Agama Buddha

Internasional
Akhirnya, DPR AS Sahkan UU Mendukung HAM dan Demokrasi Hong Kong

Akhirnya, DPR AS Sahkan UU Mendukung HAM dan Demokrasi Hong Kong

Internasional
Trump Disebut Perintahkan Tekan Ukraina untuk Selidiki Joe Biden

Trump Disebut Perintahkan Tekan Ukraina untuk Selidiki Joe Biden

Internasional
Takut Harga Minyak Naik, Trump Tak Menentang Putra Mahkota Saudi soal Pembunuhan Khashoggi

Takut Harga Minyak Naik, Trump Tak Menentang Putra Mahkota Saudi soal Pembunuhan Khashoggi

Internasional
Israel Gelar 'Serangan Skala Besar' terhadap Iran di Suriah

Israel Gelar "Serangan Skala Besar" terhadap Iran di Suriah

Internasional
[POPULER INTERNASIONAL] Rudal Iran Tak Tertandingi di Timur Tengah | Pria 74 Tahun Ceraikan Istri 21 Tahun

[POPULER INTERNASIONAL] Rudal Iran Tak Tertandingi di Timur Tengah | Pria 74 Tahun Ceraikan Istri 21 Tahun

Internasional
Gajah Bernama Osama bin Laden Ini Mati Setelah Injak 5 Orang hingga Tewas

Gajah Bernama Osama bin Laden Ini Mati Setelah Injak 5 Orang hingga Tewas

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X