Kompas.com - 08/03/2015, 00:38 WIB
Sebuah jajak pendapat mendapati lebih banyak warga AS (55 persen) yang menilai Edward Snowden bukanlah seorang pengkhianat ReutersSebuah jajak pendapat mendapati lebih banyak warga AS (55 persen) yang menilai Edward Snowden bukanlah seorang pengkhianat
EditorErvan Hardoko

MOSKWA, KOMPAS.com - Buronan pembocor dokumen intelijen AS, Edward Snowden, Sabtu (7/3/2015), mengatakan dia akan senang apabila mendapatkan suaka di Swiss.

Snowden mengatakan keinginannya itu melalui video yang terhubung ke sebuah panel diskusi di Jenewa, Swiss.  Saat ini Snowden tinggal di Moskwa, Rusia sejak melarikan diri dari Amerika Serikat dua tahun lalu.

"Saya senang dapat kembali ke Swiss. Saya memiliki kenangan manis dengan kota Jenewa," katanya merujuk pengalamannya bekerja di kota itu dalam sebuah penugasan oleh CIA.

"Saya pikir Swiss akan menjadi semacam pilihan politik yang paling masuk akal karena memiliki sejarah netralitas," katanya.

Menurutnya, dia telah meminta suaka di 21 negara, sebagian besar di Eropa Tengah dan Timur, namun tidak ada yang menyetujuinya. Dia menuduh ini tidak terlepas dari "campur tangan politik" AS.

Campur tangan AS

Snowden meninggalkan AS setelah melakukan pencurian data pemerintah dan memberikan informasi rahasia kepada media pada 2013 lalu. Pernyataannya kemudian menjadi berita besar.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Mantan pegawai Badan Keamanan Nasional (NSA) AS ini dipuji para pegiat hak asasi, namun AS menuduh Snowden menghancurkan kepentingan nasional dan keamanan negara.

Kasus pembocoran NSA oleh 'orang dalam' belum terjadi terjadi sebelumnya dalam sejarah perjalanan lembaga tersebut.

Pada Mei 2014, Menteri Luar Negeri AS John Kerry mengatakan Snowden adalah buronan seharusnya "bersikap ksatria" dan kembali pulang ke AS.

Menanggapi hal ini, Snowden mengatakan, AS tidak pernah menjanjikan adanya jaminan peradilan yang adil jika dia kembali ke AS. Snowden melarikan diri dari AS lewat Hong Kong pada bulan Mei 2013.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.