Kompas.com - 30/01/2015, 13:53 WIB
EditorEgidius Patnistik
KOMPAS.com — Seorang pemburu harta karun yang menemukan emas batangan di reruntuhan kapal diadili di Pengadilan Florida, Amerika Serikat, karena menipu penyandang dananya.

Tommy Thompson ditangkap atas kasus perdata harta karun yang diajukan oleh investornya.

Sebanyak 161 investor memberikan Thompson 12,7 juta dollar AS (Rp 160 miliar) untuk menemukan kapal yang diduga memiliki harta karun dengan pemikiran mereka akan mendapatkan keuntungan lebih dari yang sudah mereka investasikan.

Tahun 1988, Thompson berhasil menemukan emas senilai jutaan dollar dari sebuah kapal yang tenggelam di lepas pantai Amerika pada 1857.

Namun, para investor menuduh Thomspon menipu mereka untuk keluar dari perjanjian terkait dengan penemuan kapal karam terbesar dalam sejarah AS tersebut.

Pria berusia 62 tahun yang disebut pihak kementerian kehakiman AS sebagai "salah satu buron yang paling cerdas yang pernah dicari", ditangkap di sebuah hotel pada Selasa (27/1/2015).

Tinggal di hotel

Thompson tinggal di Hilton Suite di West Boca Raton, Florida selatan, dengan seorang perempuan bernama Alison Antekeier yang juga ditangkap. Mereka telah tinggal di hotel tersebut selama dua tahun, membayar kamar mereka secara tunai dengan nama palsu, dan menggunakan taksi dan angkutan umum agar tidak terdeteksi oleh polisi.

Harga kamar di hotel Hilton mulai dari 224 dollar (sekitar Rp 2.800.000) per malam, menurut situs hotel tersebut.

Thompson dan Antekeier dijadwalkan akan diekstradisi ke Ohio, di mana surat perintah penangkapan sipil dikeluarkan pada 2012 setelah Thompson gagal untuk menghadiri sidang pengadilan yang diajukan oleh investornya.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.