Polisi Banglades Tangkap Bekas Menteri Pengkritik Ibadah Haji

Kompas.com - 25/11/2014, 17:09 WIB
Manusia menyemut melakukan tawaf mengelilingi Kakbah, bangunan suci di Masjidil Haram, di Kota Mekkah, Arab Saudi, bagian dari kegiatan haji, 8 Oktober 2013. Lebih dari dua juta muslim tiba di kota suci ini untuk ibadah haji tahunan. AFP PHOTO / FAYEZ NURELDINEManusia menyemut melakukan tawaf mengelilingi Kakbah, bangunan suci di Masjidil Haram, di Kota Mekkah, Arab Saudi, bagian dari kegiatan haji, 8 Oktober 2013. Lebih dari dua juta muslim tiba di kota suci ini untuk ibadah haji tahunan.
EditorErvan Hardoko
DHAKA, KOMPAS.com - Seorang mantan menteri yang cukup berpengaruh di Banglades, Selasa (26/11/2014), menyerah kepada polisi setelah sejumlah kelompok organisasi Islam menggelar unjuk rasa menuntut penangkapan sang menteri yang dianggap mengriktik proses ibadah haji.

Abdul Latif Siddique menyerahkan diri sehari setelah sebuah kelompok militan Islam memberikan ultimatum agar pemerintah menangkap pria tersebut.

Aksi unjuk rasa merebak setelah Siddique, pada Minggu (23/11/2014), kembali ke kediamannya setelah lama tinggal di India dan AS di mana dia menyebut ibadah haji sebagai sebuah ritual yang membuang percuma sumber daya manusia.

"Tersangka menyerah kepada polisi pada pukul 01.20 dini hari dan kini dia sudah dibawa ke pengadilan," kata juru bicara kepolisian metropolitan Dhaka Masudur Rahman.

Pernyataan Siddique memicu unjuk rasa di negeri berpenduduk mayoritas Muslim itu pada September lalu. Saat itu, kelompok Islam radikal mendesak PM Sheikh Hasina untuk mencopot Siddique karena "menyakiti hati umat Islam". Beberapa kelompok bahkan menuntut Sidiqque dihukum mati.

PM Hasina kemudian memecat Siddique dari jabatannya sebagai menteri telekomunikasi saat pria itu masih menjalankan tugasnya di Amerika Serikat. Tak hanya itu, pengadilan menerbitkan puluhan surat penangkapan untuk Siddique dengan dakwaan "menyakiti" umat Muslim.

Dalam sebuah kegiatan di New York, AS, Siddique mengatakan dirinya lelah menghadapi ibadah haji dan Tablig Jamaat, sebuah organisasi Islam non-politik.

"Dua juta orang pergi ke Arab Saudi untuk melakukan ibadah haji yang adalah penghamburan sumber daya manusia. Mereka yang naik haji tak memiliki produktivitas," ujar Siddique.

"Ibadah haji mengganggu perekonomian karena mereka menghamburkan banyak uang di luar negeri," tambah Siddique yang sudah menunaikan ibadah haji pada 1988.

Pernyataan Siddique itu direkam sebuah stasiun televisi yang kemudian disiarkan di Pakistan yang kemudian memicu protes di seluruh negeri tersebut.

Menangkan Samsung A71 dan Voucher Belanja. Ikuti Kuis Hoaks / Fakta dan kumpulkan poinnya. *S&K berlaku


Sumber AFP
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Dampak Virus Corona, Cathay Pacific dan Singapore Airlines Liburkan Pegawainya Tanpa Dibayar

Dampak Virus Corona, Cathay Pacific dan Singapore Airlines Liburkan Pegawainya Tanpa Dibayar

Internasional
Arab Saudi Tangguhkan Visa Umrah, Ini Negara Tetangganya yang Positif Virus Corona

Arab Saudi Tangguhkan Visa Umrah, Ini Negara Tetangganya yang Positif Virus Corona

Internasional
Kerusuhan India, 23 Orang Tewas dalam Demo Menentang UU Kewarganegaraan

Kerusuhan India, 23 Orang Tewas dalam Demo Menentang UU Kewarganegaraan

Internasional
23 Orang Tewas di Kerusuhan India, tapi Ada Juga Demo yang Berlangsung Sunyi

23 Orang Tewas di Kerusuhan India, tapi Ada Juga Demo yang Berlangsung Sunyi

Internasional
Keturunan WNI Tanpa Identitas di Malaysia Bertemu Ibu Kandung Setelah 15 Tahun

Keturunan WNI Tanpa Identitas di Malaysia Bertemu Ibu Kandung Setelah 15 Tahun

Internasional
Mahathir Mohamad Merasa Belum Waktunya Mundur

Mahathir Mohamad Merasa Belum Waktunya Mundur

Internasional
Korban Meninggal karena Virus Corona di Iran Bertambah Empat, Total Ada 19

Korban Meninggal karena Virus Corona di Iran Bertambah Empat, Total Ada 19

Internasional
Mahathir Mohamad Ingin Bentuk Pemerintahan yang Pro pada Kepentingan Nasional

Mahathir Mohamad Ingin Bentuk Pemerintahan yang Pro pada Kepentingan Nasional

Internasional
Virus Corona, Perancis Umumkan Kematian Pertama dari Warga Negaranya

Virus Corona, Perancis Umumkan Kematian Pertama dari Warga Negaranya

Internasional
Pertama Kalinya, Liga Sepak Bola Putri Arab Saudi Diluncurkan

Pertama Kalinya, Liga Sepak Bola Putri Arab Saudi Diluncurkan

Internasional
Cerita Warga Codogno, Kota Berjuluk 'Wuhannya Italia', di Tengah Wabah Virus Corona

Cerita Warga Codogno, Kota Berjuluk "Wuhannya Italia", di Tengah Wabah Virus Corona

Internasional
Kerusuhan New Delhi Kian Mencekam, Total 20 Orang Tewas

Kerusuhan New Delhi Kian Mencekam, Total 20 Orang Tewas

Internasional
Wabah Virus Corona, Ritual Rabu Abu di Filipina Berubah

Wabah Virus Corona, Ritual Rabu Abu di Filipina Berubah

Internasional
Tentara AS yang Bertugas di Korea Selatan Terinfeksi Virus Corona

Tentara AS yang Bertugas di Korea Selatan Terinfeksi Virus Corona

Internasional
Telanjang Dada di Depan Anak Tiri, Wanita Ini Dibawa ke Pengadilan

Telanjang Dada di Depan Anak Tiri, Wanita Ini Dibawa ke Pengadilan

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X