Kompas.com - 01/08/2014, 22:41 WIB
EditorErvan Hardoko
GAZA CITY, KOMPAS.com - Sedikitnya 50 warga Palestina tewas dan lebih dari 200 orang lainnya terluka menyusul serangan Israel di wilayah selatan Jalur Gaza, tak lama setelah gencatan senjata 72 jam gagal berlanjut, Jumat (1/8/2014).

Jumlah korban tewas hari ini menjadikan angka korban tewas di pihak Palestina menjadi sekitar 1.500 orang. Demikian juru bicara tim tanggap darurat Gaza, Ashraf al-Qudra.

Koresponden AFP mengabarkan artileri Israel membombardir kota Rafah sehingga mengakibatkan tim medis kesulitan menangani korban tewas dan terluka.

Serangan artileri Israel ini dilakukan setelah militer menuding kelompok-kelompok militan Gaza kembali menembakkan roket ke wilayah Israel.

Sebelumnya, Israel menyatakan kesepakatan gencatan senjata dengan Hamas batal setelah mengatakan salah seorang prajuritnya diculik salah satu kelompok militan Gaza.

Kini serangan Israel ke Jalur Gaza sudah memasuki hari ke-25. Sedikitnya 1.500 warga Gaza, sebagian besar warga sipil, tewas. Sementara di pihak Israel sejauh ini 63 prajuritnya kehilangan nyawa ditambah tiga warga sipil yang tewas akibat serangan roket.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca tentang
 
Pilihan Untukmu


Video Pilihan

Sumber AFP
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.