Ratu Kecantikan Thailand Mundur karena Dikecam di Media Sosial

Kompas.com - 10/06/2014, 14:49 WIB
Weluree Ditsayabut, Miss Universe Thailand 2014
ReutersWeluree Ditsayabut, Miss Universe Thailand 2014
EditorEgidius Patnistik
BANGKOK, KOMPAS.com — Miss Universe Thailand mengundurkan diri kurang dari sebulan sejak meraih gelar itu setelah dikecam keras di media sosial terkait komentar dan pandangan politiknya. Weluree Ditsayabut (22) dengan sambil menangis mengumumkan pada Senin (9/6/2014) bahwa ia mengembalikan gelar ratu kecantikan yang akan memungkinkan dia bersaing di kontes Miss Universe internasional.

Aktris dan mantan pembawa acara talk show itu mengatakan bahwa ia awalnya senang telah memenangi gelar tersebut, tetapi hujan komentar brutal di media sosial yang mengecam pandangan politiknya dan menyebut dirinya gemuk telah menyakiti keluarganya.

Weluree dikecam karena komentar yang ia posting di Facebook. Dalam posting-an itu, ia menyerang massa "Kaus Merah", yaitu kelompok pendukung pemerintahan yang baru saja digulingkan dalam sebuah kudeta militer. Ia menuduh pemerintahan itu telah menentang monarki Thailand. Ia pun menyerukan eksekusi bagi para pemimpin kelompok itu.

"Kalian Kaus Merah, kalian pergi dari sini," tulisnya pada pertengahan November lalu, sebelum ia memenangi gelar Miss Universe. "Tanah Thailand kotor karena orang-orang anti-monarki seperti kalian."

Weluree mengatakan pada Senin bahwa karena kecaman itu, "Kebahagiaan yang dulu kami rasakan benar-benar telah hilang."

"Ketika saya melihat ibu saya tidak bisa tidur di malam hari, saya juga jadi tidak bisa tidur," katanya dalam konferensi pers. Dia tidak mengungkapkan berkomentar mana yang ia rasakan paling menyakitkan.

Komentar Weluree menikam jantung krisis politik berkepanjangan di Thailand, serta mengungkapkan sikap elite terdidik dan kaum royalis negara itu terhadap pemerintahan Perdana Menteri Yingluck Shinawatra. Yingluck, yang didukung banyak warga pedesaan di Thailand utara dan timur laut, terpaksa mundur bulan lalu, dan militer setelah it u segera melakukan kudeta terhadap pemerintahan sipil yang terbentuk lewat pemilihan umum.

Masyarakat Thailand sudah terpolarisasi tajam sejak tahun 2006 ketika kakak Yingluck, Thaksin Shinawatra, yang menjadi perdana menteri saat itu, digulingkan dalam sebuah kudeta dan kemudian melarikan diri ke pengasingan demi menghindari tuduhan korupsi. Sejak itu sampai kudeta terakhir, para penentang Thaksin dan kelompok Kaus Merah saling protes dalam sebuah pertarungan yang terus berlangsung untuk mendapatkan kekuasaan politik.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Sumber AP
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Manajer Sidang Pemakzulan: Trump Menipu guna Menangi Pilpres AS 2020

Manajer Sidang Pemakzulan: Trump Menipu guna Menangi Pilpres AS 2020

Internasional
Pemakzulan Trump: Demokrat Tolak Tawaran 'Pertukaran Saksi'

Pemakzulan Trump: Demokrat Tolak Tawaran "Pertukaran Saksi"

Internasional
Tak Sengaja Berikan Kunci Mobil Saat Kampanye, Politisi Peru Ini Minta Bantuan Netizen

Tak Sengaja Berikan Kunci Mobil Saat Kampanye, Politisi Peru Ini Minta Bantuan Netizen

Internasional
Berkunjung ke Gereja di Yerusalem, Presiden Perancis Berteriak ke Keamanan Israel

Berkunjung ke Gereja di Yerusalem, Presiden Perancis Berteriak ke Keamanan Israel

Internasional
[POPULER INTERNASIONAL] Kesaksian Pengantin Pesanan China | Gadis di Gresik Tulis Surat ke PM Australia

[POPULER INTERNASIONAL] Kesaksian Pengantin Pesanan China | Gadis di Gresik Tulis Surat ke PM Australia

Internasional
Ibu di India Ini Jual Rambut Rp 28.000 demi Beri Makan 3 Anaknya

Ibu di India Ini Jual Rambut Rp 28.000 demi Beri Makan 3 Anaknya

Internasional
Berhubungan Seks Saat Jam Kerja, Polisi di New York Ini Dipindahtugaskan

Berhubungan Seks Saat Jam Kerja, Polisi di New York Ini Dipindahtugaskan

Internasional
Korban Meninggal Virus Corona di China Bertambah Jadi 9 Orang, Disebut Bisa Bermutasi

Korban Meninggal Virus Corona di China Bertambah Jadi 9 Orang, Disebut Bisa Bermutasi

Internasional
Debat Lebih dari 12 Jam, Senat AS Setujui Aturan Sidang Pemakzulan Trump

Debat Lebih dari 12 Jam, Senat AS Setujui Aturan Sidang Pemakzulan Trump

Internasional
Pengakuan Pengantin Pesanan di China: 2 Kali Menikah, Sering Dipukuli

Pengakuan Pengantin Pesanan di China: 2 Kali Menikah, Sering Dipukuli

Internasional
Putra Mahkota MBS Dituding Retas Ponsel Jeff Bezos, Arab Saudi Beri Jawaban

Putra Mahkota MBS Dituding Retas Ponsel Jeff Bezos, Arab Saudi Beri Jawaban

Internasional
Permalukan Orang Pakai Piyama di Jalan, Kota di China Meminta Maaf

Permalukan Orang Pakai Piyama di Jalan, Kota di China Meminta Maaf

Internasional
Putra Mahkota Arab Saudi Disebut Retas Ponsel Orang Terkaya Dunia pada 2018

Putra Mahkota Arab Saudi Disebut Retas Ponsel Orang Terkaya Dunia pada 2018

Internasional
Kisah Pengantin Pesanan China: Anak Saya Diejek Anak Pelacur

Kisah Pengantin Pesanan China: Anak Saya Diejek Anak Pelacur

Internasional
Keluarga Editor Mongabay Philip Jacobson yang Ditahan di Indonesia Sudah Diberi Tahu

Keluarga Editor Mongabay Philip Jacobson yang Ditahan di Indonesia Sudah Diberi Tahu

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X