Kompas.com - 07/03/2014, 08:17 WIB
Nama mantan presiden Ukraina, Viktor Yanukovych masuk ke dalam daftar 18 nama pejabat dan pengusaha negeri itu yang asetnya dibekukan Uni Eropa. ANDREY KRONBERG / AFPNama mantan presiden Ukraina, Viktor Yanukovych masuk ke dalam daftar 18 nama pejabat dan pengusaha negeri itu yang asetnya dibekukan Uni Eropa.
EditorEgidius Patnistik
BRUSSELS, KOMPAS.COM — Rusia kini berubah menjadi bangsa yang berbahaya. Presiden Lituania Dalia Grybauskaite, Kamis (6/3/2014), di Brussels, Belgia, memperingatkan, setelah menginvasi Ukraina, mereka akan menyerbu Moldova dan selanjutnya negara lain. Rusia terus berupaya menggeser dan memperluas perbatasannya.

Peringatan Grybauskaite itu disampaikan di sela-sela pertemuan darurat Uni Eropa untuk membahas sanksi bagi Rusia yang sejak sepekan terakhir terang-terangan menginvasi negara berdaulat Ukraina. Meski terus disangkal oleh Presiden Rusia Vladimir Putin dan Menteri Luar Negeri Sergei Lavrov, kenyataan keberadaan 16.000 tentara Rusia di Semenanjung Crimea tak bisa disangkal.

Crimea sejak sepekan terakhir praktis dikuasai militer Rusia. Mereka mengendalikan semua pusat pemerintahan dan gedung parlemen serta mengepung basis-basis militer dan menjadikan tentara Ukraina terpenjara di negerinya sendiri. Kecaman dunia dan Perserikatan Bangsa-Bangsa dianggap sepi oleh penguasa Kremlin yang beralasan mereka melindungi kepentingan dan etnis Rusia di negara berdaulat Ukraina.

Di Brussels, para pemimpin negara-negara blok ekonomi Eropa yang beranggotakan 28 negara, kemarin, berdiskusi dengan ketat tentang sanksi yang hendak dijatuhkan kepada Moskwa. Sanksi bisa dihindari jika Rusia menarik pasukannya dari Crimea atau menunjukkan kesungguhan dialog untuk meredakan tensi di negara yang dahulu menjadi bagian dari Uni Soviet itu.

”Kami harus menyampaikan pesan yang jelas kepada Pemerintah Rusia bahwa apa yang terjadi sungguh tidak dapat diterima dan harus ada konsekuensinya,” ujar Perdana Menteri Inggris David Cameron.

Kanselir Jerman Angela Merkel yang punya hubungan khusus dengan Putin menambahkan, ”Apakah (sanksi) akan mulai berlaku tergantung juga pada bagaimana proses diplomatik berlangsung.”

Sementara itu, di Simferopol, ibu kota Republik Otonom Crimea yang menjadi bagian dari Ukraina, parlemen meminta menjadi bagian dari Federasi Rusia. Parlemen Crimea mengatakan, jika permintaan itu dikabulkan, mereka akan menggelar referendum pada 16 Maret.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Crimea, semenanjung yang menjorok ke Laut Hitam, menjadi duri dalam daging Ukraina. Di wilayah itu, penduduk beretnis Rusia mendominasi dengan 58,5 persen. Sementara etnis Ukraina (24,4 persen) dan Tatar (12,1 persen) justru menjadi minoritas.

Tak punya legitimasi

Perdana Menteri Ukraina ad interim Arseniy Yatsenyuk, di Brussels, secara tegas mengatakan, referendum oleh Parlemen Crimea itu tidak mempunyai legitimasi. Yatsenyuk juga meminta Rusia untuk tidak mengindahkan permintaan itu.

Halaman:
Baca tentang


Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X