Rusia Kritik Keputusan Saudi Tolak Keanggotaan DK PBB

Kompas.com - 18/10/2013, 22:05 WIB
Ruang sidang Dewan Keamanan PBB. wikipediaRuang sidang Dewan Keamanan PBB.
EditorErvan Hardoko
MOSKWA, KOMPAS.com - Pemerintah Rusia, Jumat (18/10/2013), mengecam keputusan Arab Saudi yang menolak keanggotan di Dewan Keamanan PBB. Rusia menganggap alasan Saudi yang menganggap DK PBB gagal menangani isu Suriah adalah sebuah argumen aneh.

"Kami sangat terkejut dengan keputusan Arab Saudi yang menolak kursi DK PBB," demikian pernyataan resmi Kementerian Luar Negeri Rusia.

"Dalam hal ini, Arab Saudi mengeluarkan diri mereka sendiri dari kerja kolektif DK PBB untuk mendukung keamanan dan perdamaian internasional," lanjut Kemenlu Rusia.

Rusia menambahkan, argumen Saudi yang mengkritik kegagalan DK PBB dalam hal isu Suriah dianggap sangat aneh.

Apalagi, lanjut Rusia, akhir September lalu DK PBB mengeluarkan resolusi terkait pemusnahan senjata kimia Suriah.

Hubungan Rusia dan Arab Saudi yang secara tradisional tidak pernah erat, semakin buruk setelah Saudi mendukung pemberontak Suriah sementara Rusia mendukung rezim Bashar al-Assad.

Para diplomat Timur Tengah mengatakan Presiden Vladimir Putin menolak tawaran Kepala Intelijen Arab Saudi Pangeran Bandar bin Sultan terkait isu Suriah.

Pangeran Bandar menawarkan pembelian senjata dari Rusia sebesar 15 miliar dolar AS asalkan Moskwa menarik dukungannya untuk Assad. Putin menolak tawaran itu.

Putin dan Pangeran Bandar bertemu di Moskwa pada 31 Juli lalu, namun Kremlin membantah keduanya mendiskusikan kerja sama militer atau perjanjian lain.



Sumber
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kisah Tiga Negara Penikmat Reklamasi

Kisah Tiga Negara Penikmat Reklamasi

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Internasional
Virus Corona di Iran Menyebar Cepat, 54 Orang Meninggal

Virus Corona di Iran Menyebar Cepat, 54 Orang Meninggal

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X