Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Aparat Venezuela Tangkap Dua Calon Pembunuh Presiden Maduro

Kompas.com - 27/08/2013, 08:40 WIB
CARACAS, KOMPAS.com — Aparat keamanan Venezuela, Senin (26/8/2013), menahan dua orang pria Kolombia yang diduga berencana membunuh Presiden Nicolas Maduro.

"Kedua orang itu adalah bagian dari 10 orang tim pembunuh yang disusupkan ke Venezuela untuk membunuh Presiden Maduro," kata Menteri Dalam Negeri Vanezuela Miguel Rodriguez.

Rodriguez mengklaim, kedua orang itu yang diidentifikasi bernama Vactor Johan Guache Mosquera dan Erick Leonardo Huertas Rios, bekerja di bawah perintah mantan presiden Kolombia, Alvaro Uribe.

"Kedua orang ini adalah bagian dari tim pendukung untuk seorang pembunuh bayaran berpengalaman, yang hanya dikenal dengan nama David," kata Rodriguez.

David, tambah Rodriguez, hanya melapor langsung ke pemberi perintah pembunuhan.

Rodriguez lebih jauh menegaskan, David mendapat perintah dari seorang warga Kolombia yang saat ini ditahan dalam penjara.

"Dia adalah Oscar Alcantara Gonzales alias Gancho Mosco, yang bekerja untuk Uribe," lanjut Rodriguez.

Pemerintah Venezuela, lanjut Rodriguez, sangat yakin mantan presiden Kolombia Alvaro Uribe Velez mengetahui rencana pembunuhan Nicolas Maduro.

"Dan kami sangat terkejut mengetahui dia (Uribe) yang memerintahkan pembunuhan ini," Rodriguez menambahkan.

Namun, klaim adanya rencana pembunuhan terhadap Maduro ini dianggap lelucon oleh kelompok oposisi pimpinan Henrique Capriles.

"Tak ada yang memercayai kisah itu," kata Capriles yang dua kali kalah dalam pemilihan presiden Venezuela itu.

Pada Juni lalu, Pemerintah Venezuela mengklaim Nicolas Maduro menjadi target pembunuhan yang dikendalikan dari Kolombia dan Amerika Serikat.

Venezuela, di masa pemerintahan mendiang Hugo Chavez juga kerap mengumbar klaim rencana pembunuhanan terhadap pemimpin negeri itu.

Kebiasaan di masa Hugo Chavez itu kemudian diteruskan di masa pemerintahan penerusnya, Nicolas Maduro.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Sumber Sky News
Video rekomendasi
Video lainnya


Terkini Lainnya

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com