Australia Minta Ekstradisi Pengusaha Indonesia yang Bermukim di Singapura

Kompas.com - 28/06/2013, 06:57 WIB
Ilustrasi SHUTTERSTOCKIlustrasi
|
EditorPalupi Annisa Auliani
SINGAPURA, KOMPAS.com — Radius Christanto, pengusaha Indonesia yang bermukim di Singapura, menghadapi tuntutan ekstradisi dari Australia. Negeri Kanguru menginginkan pengusaha berusia 64 itu, setelah diduga berkonspirasi dengan pejabat Australia untuk menyuap pejabat senior Bank Indonesia.

Straits Times melaporkan, kasus yang melibatkan Radius merupakan kasus lama. Kasus ini berupa pencetakan mata uang rupiah berbahan plastik pada 1999. Ketika itu Bank Indonesia memberi order pencetakan kepada Reserve Bank of Australia (RBI) dengan total nilai 55,5 juta dollar Amerika untuk 500 juta bilyet pecahan uang plastik Rp 100.000.

Order ini kemudian ditangani oleh Radius yang bertindak sebagai makelar perusahaan Securency International. Radius didakwa memberikan suap 1,3 juta dollar Amerika kepada dua pejabat Bank Indonesia, untuk memastikan Securency memenangkan tender pencetakan uang tersebut.

Terungkapnya kasus bermula pada 2009, dari berita tentang komunikasi via faksimile dan e-mail yang dipublikasikan harian The Age. Kepolisian Australia menggeledah kantor Securency untuk mengamankan barang bukti. Radius kaget ketika dia dibekuk di Singapura, tahun lalu. Dia lupa bahwa yang sedang memburunya adalah polisi Australia, bukan Indonesia.

Semula dia dijebloskan ke penjara Changi. Namun karena gangguan kesehatan, dia saat ini bebas dengan jaminan. Paspornya telah disita dan dia dikenakan wajib lapor ke polisi, setiap hari. Pria kelahiran Malang, Jawa Timur, Indonesia, ini diyakini memiliki investasi berupa tujuh properti senilai 25 juta dollar Amerika dan deposit sebesar 15 juta dollar Amerika di Singapura.

Sejauh ini Pengadilan Singapura telah memperpanjang masa bebas bersyaratnya. Dia diperkirakan akan segera diekstradisi dalam dua bulan ke depan untuk disidang di pengadilan di negara bagian Victoria, Australia.

Selain menghadapi tuduhannya sendiri, Radius juga akan memberi kesaksian untuk menjerat eksekutif RBA dan Securency. Kesaksiannya juga sekaligus akan memastikan siapakah dua pejabat senior Bank Indonesia yang diduga menerima suap terkait pencetakan uang plastik tersebut.

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X