Salin Artikel

Terorisme, Istilah yang Pertama Kali Muncul pada Era Revolusi Perancis

KOMPAS.com - Baru-baru ini di Indonesia muncul peristiwa yang mengarah pada aksi terorisme.

Pada Rabu (31/3/2021), di Mabes Polri Jakarta Selatan terjadi penembakan yang dilakukan oleh seorang wanita sebagai pelaku dugaan serangan teror.

Melalui video yang viral, wanita tu diidentifikasi menggunakan baju gamis panjang hitam dengan kerudung biru. Ia menyelinap masuk ke kompleks polisi.

Sesaat suara tembak-menembak pecah, wanita itu tersungkur ke tanah, dilumpuhkan oleh polisi hingga tewas.

Peristiwa di Mabes Polri Jakarta terjadi tak lama setelah Polisi melakukan sejumlah penggerebakan terhadap terduga teroris dan bom bunuh diri di Makassar pada Minggu (28/3/2021).

Banyak peristiwa sebelumnya telah terjadi baik di Indonesia maupun di luar negeri, yang disebut-sebut sebagai aksi terorisme. Lalu, apakah terorisme itu?

Melansir Britannica, berikut penjelasan tentang terorisme yang dirangkum oleh Kompas.com:

Terorisme adalah suatu tindakan yang menggunakan kekerasan dan memperhitungkan untuk menciptakan iklim ketakutan secara umum dalam suatu lingkungan tertentu, yang bertujuan menghasilkan tujuan politik tertentu.

Terorisme telah dipraktikkan oleh generasi politik baik sayap kanan dan kiri, dari kelompok nasionalis atau agama, oleh kaum revolusioner, dan bahkan oleh lembaga negara, seperti tentara, badan intelijen, dan polisi.

Definisi terorisme pertama kali diciptakan pada 1790-an, untuk merujuk pada teror yang digunakan selama Revolusi Perancis oleh kaum revolusioner terhadap lawan mereka.

Maximilien Robespierre dari Partai Jacobin menerapkan Rezim Teror, yang mana pemerintah melakukan eksekusi masal dengan menggunakan guillotine.

Meskipun penggunaan istilah "terorisme" dalam era ini menyiratkan tindakan kekerasan oleh negara terhadap musuh domestiknya, namun sejak abad ke-20 penggunaan istilah tersebut berkembang.

"Terorisme" paling sering digunakan untuk merujuk pada kekerasan yang ditujukan kepada pemerintah baik secara langsung maupun tidak langsung, dalam upaya untuk mempengaruhi kebijakan atau menggulingkan suatu rezim pemerintahan yang ada.

Terorisme tidak memiliki definisi secara hukum di dalam yuridiksi, tapi umumnya memiliki beberapa elemen yang sama.

Terorisme melibatkan penggunaan atau ancaman kekerasan dan berupaya menciptakan ketakutan, tidak hanya terhadap korbannya langsung, tetapi juga kepada khalayak luas di sekitar korban.

Tujuan terorisme secara umum adalah menghancurkan rasa aman publik di tempat-tempat yang mereka kenal.

Sasaran utamanya, sering kali mencakup bangunan atau lokasi tertentu yang merupakan simbol ekonomi atau politik penting, seperti kedutaan atau instalasi militer.

Sedangkan, harapan teroris umumnya adalah tindakan terornya akan mendorong penduduk untuk menekan para pemimpin politik menuju tujuan politik tertentu.

Sejak abad ke-20, ideologi dan oportunisme politik telah menyebabkan sejumlah negara terlibat dalam terorisme internasional, seringkali dengan kedok mendukung gerakan pembebasan nasional.

Oleh karena itu, menjadi umum jika diungkapkan bahwa “Salah satu pria teroris adalah pejuang kemerdekaan orang lain.”

Perbedaan antara terorisme dan bentuk-bentuk kekerasan politik menjadi kabur, khususnya karena banyak kelompok gerilyawan sering menggunakan taktik teroris.

Jenis terorisme

Sejauh ini ada tipologi populer yang mengidentifikasi istilah terorisme ke dalam 3 kelas, yaitu revolusioner, subrevolusioner, dan pembangunan.

Praktisi terorisme revolusioner mengupayakan penghapusan total sistem politik dan menggantinya dengan struktur baru.

Contoh modern dari aktivitas terorisme jenis revolusisner adalah kampanye oleh Brigade Merah Italia, Fraksi Tentara Merah Jerman (Gang Baader-Meinhof), kelompok separatis Basque ETA, serta Negara Islam di Irak dan Suriah (ISIS).

Terorisme subrevolusioner bukan untuk menggulingkan rezim yang ada, tetapi untuk memodifikasi struktur sosial politik yang ada, sehingga agak lebih sulit untuk diidentifikasi.

Contoh terorisme ini bisa dilihat di ANC dan kampanyenya untuk mengakhiri apartheid di Afrika Selatan .

Terorisme jenis ketiga, sering disebut terorisme yang disponsori negara, digunakan oleh pemerintah, atau pihak dari faksi dalam pemerintahan, terhadap warga negara pemerintah. Misalnya, Uni Soviet dan sekutunya yang diduga mendukungan luas terorisme internasional selama Perang Dingin.

Contoh lainnya, berbagai negara Muslim, seperti Iran dan Suriah yang disebut memberikan bantuan logistik dan keuangan kepada kelompok-kelompok revolusioner Islam, yang terlibat dalam kampanye melawan Israel. 

https://internasional.kompas.com/read/2021/04/01/125756070/terorisme-istilah-yang-pertama-kali-muncul-pada-era-revolusi-perancis

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.