Salin Artikel

Majikan Singapura Akui Bersalah Siksa TKW Rasi hingga Patah Hidung

Dilaporkan The Straits Times pada pekan ini, Jenny kerap menganiaya Rasi baik secara fisik maupun mental.

Awalnya ketika mulai bekerja pada Februari 2016 di apartemen pelaku di kawasan Tanjung Rhu, Singapura Tengah, Rasi diperlakukan dengan baik.

Namun pada April 2016, Jenny mulai menyiksa asisten rumah tangga (ART) berusia 27 tahun tersebut.

Jenny memukul wajah Rasi berkali-kali hingga mata kirinya mengalami pembengkakan dan sempat kesulitan melihat selama 30 menit.

Menurut fakta persidangan, Jenny acap memukuli kepala Rasi. Bahkan majikan 41 tahun itu tak segan meninju matanya jika korban dianggap tak bekerja dengan baik.

Tak hanya itu, pelaku juga mengontrol segala kegiatan Rasi dengan memasang kamera CCTV di apartemennya untuk mengawasi pekerjaannya.

Korban tidak diizinkan memiliki telepon genggam. Selain itu dia juga dilarang berkomunikasi dalam bentuk apapun dengan tetangga.

Setiap hari, dia bangun pukul 06.00 untuk menjalankan tugas sehingga Rasi ketahuan menguap atau tertidur karena kelelahan, dan memicu amarah Jenny.

Puncak penyiksaan terjadi ketika Jenny tahu Rasi bangun terlambat. Meski korban memohon belas kasihan karena kesulitan bernapas, Jenny terus menyiksanya.

Tak tahan dengan penyiksaan itu, Rasi mengajukan diri untuk berhenti bekerja. Namun ditolak oleh Jenny.

Jenny mengancam bakal melaporkannya ke polisi jika dia kabur dengan ancaman hukuman penjara hingga 20 tahun.

Akhirnya, Rasi bisa melepaskan diri setelah salah satu teman yang dihubungi menyarankan untuk melaporkan kasusnya ke KBRI Singapura.

Pada 20 Juni 2016, Rasi meninggalkan kediaman Jenny menuju kantor KBRI yang segera mengevakuasinya ke Rumah Sakit Tan Tock Seng.

Dari hasil diagnosa didapati Rasi mengalami patah hidung yang mengharuskannya dirawat selama dua hari.

Dalam persidangan, Jenny disebut memiliki gangguan kejiwaan tanpa dijabarkan lebih lanjut seperti apa.

:Sidang dilaporkan bakal digelar lagi pada 11 Maret dengan agenda menganalisa apakah gangguan kejiwaan tersebut memengaruhi perbuatan Jenny.

Jika terbukti bersalah atas tiga pelanggaran, termasuk melukai korban, Jenny terancam mendekam selama 15 tahun.

Sementara itu, Sekretaris Kedua Pensosbud KBRI Melati Sosrowidjojo kepada Kompas.com berkata, kondisi Rasi sudah sehat.

Saat dihubungi Jumat (1/3/2019), Melati menjelaskan Rasi sudah kembali bekerja dengan majikan lain seraya mengikuti perkembangan kasusnya.

Dia berkata, KBRI akan terus mengikuti dan mengawal kasus ini hingga ada keputusan final dari pengadilan.

"Kami juga akan memberikan bantuan pendampingan hukum kepada Rasi jika dia membutuhkannya," terang Melati.

Saat ditanya mengapa kasus itu butuh tiga tahun hingga sampai ke meja hijau, Melati berujar proses hukum di Singapura melalui berbagai tahap.

"Persidangan umumnya berlangsung tergantung pada perkembangan adanya bukti dan saksi yang dihadirkan," tuturnya.

Termasuk mempertimbangkan jika ada faktor kondisi kejiwaan yang memerlukan penilaian lebih lanjut.

https://internasional.kompas.com/read/2019/03/01/16080461/majikan-singapura-akui-bersalah-siksa-tkw-rasi-hingga-patah-hidung

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.