Salin Artikel

Setiap Tahun, Warga Kota Ini Habiskan 250 Jam Terjebak Macet

BBC mewartakan Selasa (15/5/2018), salah satu titik kemacetan ada di Silk Board, jalan menuju kawasan industri teknologi Electronic City.

Salah seorang warga, Saroja Gowda berkata, di Silk Board, kemacetan ada setiap 1-2 kilometer. "Saya tidak bisa ke kantor tepat waktu," keluhnya.

Karena itu, perempuan yang bekerja sebagai karyawan IT sebuah perusahaan di Electronic City itu harus membuka laptopnya, dan bekerja selama perjalanan.

Gowda berujar seperti dirinya, terdapat karyawan IT lain yang setiap hari harus melintasi kawasan yang sangat macet itu.

Akibatnya, banyak dari mereka yang memilih keluar dari pekerjaannya meski mereka tergolong pegawai yang mempunyai kemampuan bagus.

"Mereka tidak ingin terjebak macet. Jadi, mereka lebih memilih pekerjaan yang dekat rumah meski gajinya kecil" ujar Gowda kembali.

Sejumlah warga yang tidak ingin terkena macet, dan mempunyai kantong tebal, memilih moda transportasi udara seperti helikopter.

Govind Nair dari Thumby Aviation berujar, rata-rata setiap hari, orang menghabiskan sekitar tiga jam berada di jalan.

Jika menggunakan helikopter, mereka hanya butuh waktu sekitar 15 menit dari kantor ke bandara, atau menuju rumah mereka.

"Anda masih punya dua jam waktu yang bisa Anda pergunakan untuk bekerja, atau sekadar berkumpul dengan keluarga," beber Nair.

https://internasional.kompas.com/read/2018/05/15/10553581/setiap-tahun-warga-kota-ini-habiskan-250-jam-terjebak-macet

Terkini Lainnya

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke