Dakwaan Belum Jelas, Adik Presiden Iran Ditahan - Kompas.com

Dakwaan Belum Jelas, Adik Presiden Iran Ditahan

Kompas.com - 17/07/2017, 05:20 WIB
Ferydoun sebelumnya menepis tudingan bahwa ia bersalah.
AFP Ferydoun sebelumnya menepis tudingan bahwa ia bersalah.

TEHERAN, KOMPAS.com - Hossein Ferydoun, adik Presiden Iran Hassan Rouhani, telah ditahan dan akan tetap ditahan setelah gagal menyetor uang jaminan yang ditetapkan.

Penahanan itu dikukuhkan oleh seorang juru bicara badan kehakiman.

"Berbagai penyelidikan telah dilakukan terhadap orang ini (Ferydoun), orang-orang lain juga diselidiki, sebagian di antara mereka berada di penjara," kata Gholamhossein Mohseni-Ejeie pada Minggu (16/7/2017).

"Kemarin (Sabtu), uang jaminan diminta untuk pembebasannya tetapi karena ia gagal membayarnya maka ia dikirim ke penjara," kata dia lagi.

Sejauh ini belum jelas dakwaan yang mungkin akan dihadapinya, tetapi unsur-unsur konservatif di negara itu sebelumnya mengeluarkan tuduhan-tuduhan terkait sepak terjangnya di sektor keuangan.

Baca: Tokoh Reformis, Hassan Rouhani, Menang Telak Pilpres Iran

Ia dikait-kaitkan dengan para pejabat yang terlibat dalam skandal penggelumbungan gaji manajer senior di perusahaan asuransi negara.

Sebagian di antara mereka menerima gaji sekitar 50 kali dibandingkan gaji minimum sektor publik. Ferydoun menegaskan ia tidak bersalah.

Ferydoun adalah penasihat penting bagi Presiden Rouhani, sosok reformis yang lebih moderat.

Para analis mengatakan penahanan adik presiden ini akan memperburuk hubungan antara pemerintah dan badan kehakiman.

Rouhani dipilih kembali untuk masa jabatan kedua pada Mei lalu dengan mengantongi 57 persen suara sehingga tidak harus melalui pemungutan putaran kedua.

Tetapi selama kampanye pemilihan, ia mendapat serangan atas kebijakannya menangani korupsi.

Baca: Dukung Rouhani, Pemimpin Reformis Iran Khatami Sebar Video

Dalam debat panas yang disiarkan televisi, ia dituduh memblokir penyelidikan terkait dugaan korupsi yang melibatkan para anggota keluarganya.

Beberapa menterinya juga dilaporkan terlibat dalam impor ilegal. Ia sendiri dituduh menikmati properti-properti yang sebagian besar dananya berasal dari subsidi masyarakat.

EditorPascal S Bin Saju
Komentar

Close Ads X