Restorasi Makam Yesus Berbiaya Rp 49 Miliar Rampung, Apa yang Berubah? - Kompas.com

Restorasi Makam Yesus Berbiaya Rp 49 Miliar Rampung, Apa yang Berubah?

Kompas.com - 22/03/2017, 12:51 WIB
AFP Bangunan bernama Edicule ini didirikan di atas gua yang diyakini sebagai makam Yesus yang saat ini berada di dalam gereja Holy Sepuchre, Jerusalem.

JERUSALEM, KOMPAS.com - Sebuah kuburan yang dipercaya sebagai makam Yesus, kini kembali dibuka, setelah sekitar sembilan bulan direstorasi.

Dibukanya kembali makam Isa Almasih, Rabu (22/3/217) diprediksi akan menyedot banyak perhatian. Upacara khusus pun akan digelar di Jerusalem.

Baca: Akhirnya, Makam Yesus di Jerusalem Mulai Direstorasi

Tempat yang dihiasi beragam ornamen abad ke-19, dan sejumlah kapel di sekitarnya makam adalah bagian penting dari Gereja Makam Suci di Kota Tua Jerusalem.

Kendati demikian, asap lilin dan lalu lalang peziarah selama berabad-abad telah menyebabkan dinding lokasi itu kehilangan kecerahan, dan bahkan menjadi hitam.

Beberapa bagian makam pun mulai rapuh, dengan struktur yang ringkih dan mengancam keselamatan para peziarah. Jutaan wisatawan datang ke tempat ini sepanjang tahun.

Otoritas Israel sempat menutup lokasi itu pada tahun 2015 demi alasan keselamatan pengunjung.

Dengan dana sebesar 3,7 juta dollar AS atau lebih dari Rp 49 miliar, renovasi ini digagas oleh tiga denominasi utama yang ada di gereja itu.

Baca: Renovasi Makam Yesus Pun Membutuhkan Perdamaian...

Mereka bersusah payah mengembalikan bangunan itu seperti masa jayanya. Termasuk merestorasi warna kuning kemerahan yang menjadi ciri khasnya.

Seperti diberitakan AFP, tempat ini akan kembali resmi dibuka pada Rabu waktu setempat dalam sebuah upacara di Jerusalem, yang dipimpin para pemuka agama dan juga para donatur.

"Sebelum restorasi monumen ini hitam," kata Kepala proyek renovasi Antonia Moropoulou kepada AFP.

"Sekarang warna aslinya sudah muncul kembali, warna harapan," ungkap dia.

Restorasi kali ini berbeda dengan yang dilakukan pada tahun 1960an dan 1990an, di mana bagian edicule (tempat pemujaan) diabaikan. 

Moropoulou menjelaskan, secara sistematis edicule dibongkar, dibersihkan, dan direnovasi, hampir pada semua bagian. Termasuk kolom dan kubah atas.

Sebuah jendela pun dipasang agar para peziarah dapat melihat batu penutup gua dari makam Yesus, saat sudah berada di lokasi tersebut.

"Deformasi dari edicule suci ditangani dengan baik, dan integritas struktural terjamin," kata Moropoulou. 

Samuel Aghoyan, salah satu tokoh Gereja Armenia - salah satu gereja yang membiayai proyek, menilai, Edicule itu kini tampak seperti bangunan baru. 

EditorGlori K. Wadrianto
Komentar