Firaun Mesir “Dibangkitkan” dari Dalam Lumpur, Bagaimana Kisahnya? - Kompas.com

Firaun Mesir “Dibangkitkan” dari Dalam Lumpur, Bagaimana Kisahnya?

Kompas.com - 18/03/2017, 16:12 WIB
Khaled Desouki/AFP Penemuan patung Firaun Mesir ini disebut sebagai penempuan barang antik yang paling penting yang pernah terjadi dalam sejarah modern negara itu. Patung ditemukan pada awal Maret 2017

Pada awal Maret 2017, saat ditemukan di sebuah kolam lumpur di Mesir, potongan patung raksasa ini diduga bagian patung Ramses II.  Kini ada dugaan, potongan batu kuarsit ini adalah patung Firaun Psamtik I.

Sebuah tim arkeolog menemukan dua potongan patung firaun berusia 3.200 tahun dan setinggi 2,5 meter itu di tengah permukiman kumuh di pinggiran Kairo, ibu kota Mesir, Kamis (9/3/2017).

Peninggalan bersejarah itu ditemukan di Distrik Mattarya, situs yang menjadi ibu kota Heliopolis, firaun kuno, yang saat ini telah berubah menjadi disrik pekerja kelas bawah di Kairo timur.

Beberapa bagian patung raksasa yang mengalami kerusakan ini sebelumnya sudah diangkut.

Patung raksasa atau Colossus ini tadinya dikira patung Ramses Agung, salah satu firaun yang paling penting dalam sejarah Mesir. Namun tampaknya bukan…

Potongan patung raksasa ini, kemungkinan diduga sebagai bagian dari patung Firaun Psamtik I, penguasa Mesir pada 664 sampai 610 sebelum Masehi.

Pekerja konstruksi juga mengangkut patung batu kuarsit Raja Seti II dari lumpur. Ia adalah cucu Ramses II yang memerintah Mesir selama 66 tahun dari 1279 tahun sebelum Masehi.

Khaled Desouki/AFP Patung raja dan ratu dari dinasti abad ke-19 (1295 - 1185 sebelum Masehi) ditemukan dalam sebuah penggalian di Distrik Mattarya, situs yang menjadi ibu kota Heliopolis, di pinggiran Mesir.
Penemuan besar

Dengan menggunakan mesin derek, bagian patung ditarik keluar lubang air.

Arkeolog Mesir terkemuka dan mantan menteri peninggalan purbakala, Sahi Hauass, tadinya begitu yakin bahwa patung ini adalah patung Ramses II.

Namun setelah diteliti, ukiran pada patung berukuran besar tersebut menampilkan salah satu dari lima nama Psamtek I. Sejauh ini Mesir belum berani memberi konfirmasi.

Apakah ini patung Ramses II atau Psamtik I, yang jelas warga tetap saja antusias melihat potongan patung raksasa itu.

Warga distrik Mattarya (al-Matarija) di Kairo timur bertepuk tangan ketika tubuh patung bagian atas itu diangkut dari kurangan lumpur.

Di situs itu sebelumnya berdiri kota kuno Heliopolis. Beberapa penelitian menyebutkan, ada sisa-sisa kuil Ramses II ditemukan di sini.

Lingkungan miskin

Heliopolis adalah sebuah kota megah yang memiliki beberapa kuil. Kini, kawasan itu merupakan lingkungan kelas menengah bawah yang kumuh, yang disebut Distrik Mattarya, di Kairo timur.

Reuters Warga distrik Mattarya (al-Matarija) di Kairo timur menyaksikan penggalian patung firaun tersebut, awal Maret 2017. Distrik ini merupakan kawasan permukiman kelas menengah bawah yang miskin, tetapi dahulu merupakan pusat dinasti Firaun Mesir.
Di sana berlangsung peradilan publik seperti dalam kisah-kisah mitologi. Dewa gurun Seth misalnya, didakwa atas pembunuhan saudaranya Osiris. Ia kemudian divonis bersalah.

Temuan terbaru ini akan direnovasi dan direkosntruksi ulang, kata Menteri Peninggalan Purbakala Mesir, Khaled el-Enani.

Patung tersebut nantinya akan menghiasi Museum Mesir yang akan dibangun di kompleks piramida besar di pinggiran Kairo.

Jadi obyek foto

Hanya beberapa bagian patung raksasa yang terlihat mengalami kerusakan yang telah ditemukan.

"Kami berharap bisa menemukan sisa patung, tapi ada kemungkinan bahwa bagian lain digunakan untuk monumen lain," kata pemimpin ekspedisi Jerman, Dietrich Raue dari Universitas Leipzig.

Yang jelas, anak-anak senang berfoto dengan potongan patung ini.

Reuters Anak-anak, dan bahkan orang dewasa, senang berfoto dengan potongan patung firaun Mesir ini.
Dua patung firaun Mesir itu ditemukan oleh para arkeolog yang tergabung dalam misi arkeologi Jerman dan Mesir.

"Penemuan dua patung itu menunjukkan pentingnya kota Heliopolis, yang didedikasikan untuk menyembah dewa Ra (dewa matahari)," kata Aymen Ashmawy, ketua tim penggalian Mesir.

Dia mengatakan, penemuan itu "sangat penting" karena mengindikasikan tentang candi Oun Sun sebagai sebuah situs dengan "struktur yang megah".

Dietrich Raue, ketua tim arkeolog Jerman, mengatakan, tim sedang bekerja keras untuk mengangkat patung sehingga dapat diangkut ke tempat yang lain untuk restorasi.

EditorPascal S Bin Saju
SumberDW/AFP/AP
Komentar