65.000 Anak Australia Alami Pelecehan Seksual di Institusi Keagamaan - Kompas.com

65.000 Anak Australia Alami Pelecehan Seksual di Institusi Keagamaan

Kompas.com - 30/01/2015, 09:38 WIB
ABC Sejumlah korban yang pernah mengalami pelecehan seksual saat masih di bawah umur.
KOMPAS.com — Komisi Penyelidikan Kasus Pelecehan Seksual Anak di Australia menyebutkan, dana kompensasi bagi korban bisa mencapai 4,3 miliar dollar (sekitar Rp 43 triliun). Pasalnya, dalam pemodelan skema kompensasi disebutkan bahwa jumlah korban yang pernah mengalami pelecehan seksual di lembaga keagamaan mencapai 65.000 orang.

Laporan konsultasi yang dirilis Komisi Penyelidikan, Jumat (30/1/2015) pagi ini di Sydney, menunjukkan perlunya skema kompensasi secara nasional yang dikelola oleh pemerintah.

Dana kompensasi akan diambilkan dari sumbangan berbagai institusi tempat terjadinya kasus pelecehan seksual tersebut pada masa lalu.

Dalam pemodelan yang disampaikan Komisi disebutkan bahwa setidaknya 65.000 orang korban yang pernah dilecehkan, masing-masing akan mendapatkan ganti rugi 65.000 dollar per orang.

"Biaya ganti rugi akan dipecah hingga beberapa tahun ke depan," kata ketua komisi, Peter McClellan, yang juga seorang hakim.

Hakim McClellan menyatakan bahwa semua lembaga keagamaan yang terlibat dalam kasus pelecehan seksual anak di bawah umur itu telah menyatakan siap bekerja sama dan menanggung biaya kompensasi.

"Semua mengakui bahwa kompensasi ini bukan semata-mata soal uang," katanya.

"Tujuan utama kompensasi adalah membantu para korban yang masih hidup saat ini untuk memulihkan kembali kehidupan mereka," kata Hakim McClellan.

Sejumlah korban menyambut baik laporan yang dirilis komisi ini.

"Semua ini menyangkut pertanggungjawaban atas pelecehan yang dilakukan lembaga keagamaan yang kuat terhadap korban yang lemah," kata Nicky Davis, juru bicara Jaringan Korban Pelecehan Seksual oleh Pendeta (SNAP Australia).

EditorEgidius Patnistik
Komentar

Close Ads X
Close [X]
Radio Live Streaming
Sonora FM • Motion FM • Smart FM