Kompas.com - 10/01/2020, 08:49 WIB

OTTAWA, KOMPAS.com - PM Kanada Justin Trudeau berujar, terdapat bukti pesawat Boeing 737 Ukraina yang jatuh di Teheran ditembak rudal Iran.

Pesawat dari maskapai Ukraine International Airlines jatuh tak lama setelah lepas landas dari Bandara Imam Khomeini, Rabu (8/1/2020).

Kecelakaan itu terjadi beberapa jam setelah Iran menyerang dua pangkalan pasukan AS di Irak, sebagai balasan atas kematian jenderal top mereka.

Baca juga: Muncul Dugaan Pesawat Ukraina yang Jatuh Ditembak Rudal Iran

Dalam konferensi pers, PM Kanada Trudeau menuturkan bahwa jatuhnya pesawat Boeing di Teheran tak hanya mengejutkan negaranya, tapi juga dunia.

Sebabnya dari 176 yang tewas, 63 warga negara Kanada. Kemudian 82 berasal dari Iran. Sedangkan sisanya Ukraina hingga Afghanistan.

Dilansir Sky News Kamis (9/1/2020), dia mengaku mendapatkan bukti berupa data intelijen baik dari pihaknya maupun sekutu.

"Bukti itu mengindikasikan bahwa pesawat tersebut jatuh setelah ditembak rudal Iran. Mungkin saja tidak disengaja," katanya.

Meski begitu, dia tidak ingin langsung menarik kesimpulan atau menuduh secara langsung, dan menolak menjabarkan detilnya.

Pernyataan yang sama juga disuarakan oleh Perdana Menteri Inggris, Boris Johnson, di mana empat warganya jadi korban tewas.

"Terdapat informasi utama bahwa penerbangan itu dihantam rudal jenis Surface to Air," jelas Johnson dilansir AFP.

Dia melanjutkan, London bakal bekerja sama dengan Kanada dan mitra mereka dalam menggelar penyelidikan yang transparan.

Johnson juga meminta supaya jenazah para korban penerbangan 752 bisa segera diserahkan ke pihak keluarga, agar dimakamkan secara layak.

Sementara Presiden AS Donald Trump mengatakan, dia mempunyai kecurigaan. "Tetapi, seseorang bisa saja melakukan kesalahan," jelasnya dikutip BBC.

Pesawat Ukraine International Airlines itu jatuh setelah lepas landas pada pukul 06.12, beberapa jam setelah dua pangkalan AS diserang Iran.

Teheran menyatakan dalam penyelidikan awal mereka, pesawat yang mengangkut 167 penumpang dan 9 kru itu mengalami "keadaan darurat".

Namun, kru tidak mengumumkan keadaan tersebut, dan berusaha kembali ke bandara sebelum kemudian jatuh di lokasi pertanian.

Pihak Ukraina menerangkan, mereka mencoba untuk mengonfirmasi kebenaran kabar bahwa rudal Iran yang diduga menghantam pesawat buatan Rusia.

Baca juga: Sebelum Jatuh, Pesawat Ukraina Sempat Mencoba Kembali ke Bandara

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.