Eks Guru Sewa Pembunuh Bayaran untuk Habisi Bocah yang Dilecehkannya

Kompas.com - 21/04/2019, 19:26 WIB
Ilustrasi.Shutterstock Ilustrasi.

KANSAS, KOMPAS.com - Seorang guru asal Missouri, Amerika Serikat dituduh menyewa pembunuh bayaran untuk menghabisi bocah 10 tahun yang dilecehkannya.

Deonte Taylor (36) dan kekasihnya, Michael Johnson (66) menyatakan tidak bersalah terhadap sejumlah dakwaan dalam sidang di St Louis, pertengahan pekan lalu.

Deonte ditangkap pada November lalu setelah DNA-nya cocok dengan sampel DNA di tubuh bocah laki-laki mantan gurunya itu.

Baca juga: Ratu Kecantikan Sewa Pembunuh Bayaran untuk Habisi Suaminya yang Tajir


Dia menghadapi tiga dakwaan sodomi tingkat pertama terkait tuduhan membawa bocah laki-laki yang saat itu berusia 7 tahun dari kelas sebuah sekolah dasar tempat dia bekerja sebagai asisten guru.

Dokumen pengadilan mengatakan, Deonte membawa bocah itu ke ruangan lain dan memaska bocah itu melakukan seks oral. Demikian dilaporkan stasiun televisi KSDK.

Bocah itu langsung melaporkan pelecehan tersebut tetapi penyidikan tak berlanjut setelah detektif yang menangani kasus itu meninggalkan kepolisian setempat.

Sementara itu, Deonte berhasil mendapatkan sertifikat mengajarnya dan bekerja sebagai guru di distrik yang berbeda.

Dia lolos serangkaian pemeriksaan latar belakang meski kasusnya di distrik sebelumnya masih terbuka. Saat ditangkap, Deonte sudah bekerja di sebuah sekolah di distrik yang baru.

Pada Februari lalu, para penyidik mengatakan, di penjara Deonte bertemu dengan sesama narapidana.

Dia meminta narapidana itu untuk membunuh si bocah dan ibunya, ketika dia bebas dari penjara.

Namun, bukannya memenuhi permintaan Deonte, narapidana itu malah menjadi informan polisi.

Di sisi lain, Deonte kemudian menghubungi Michael dan meyakinkan dia untuk membayar si pembunuh bayaran.

Baca juga: Pemuda Ini Jemput Pembunuh Bayaran untuk Habisi Ayah Kandungnya

Dokumen pengadilan menyebut, Michael kemudian membayar si pembunuh bayaran meski jumlahnya tidak diungkapkan.

Deonte dan Michael kini dijerat dua dakwaan konspirasi merencanakan pembunuhan.



Terkini Lainnya

Iran Tak Bakal Bernegosiasi dengan Trump, kecuali...

Iran Tak Bakal Bernegosiasi dengan Trump, kecuali...

Internasional
Istana Filipina: Dirumorkan Masuk Rumah Sakit, Duterte Tertawa

Istana Filipina: Dirumorkan Masuk Rumah Sakit, Duterte Tertawa

Internasional
Fakta Unik Pilot Pionir Charles Lindbergh, Aksi Akrobat hingga Bayinya Diculik

Fakta Unik Pilot Pionir Charles Lindbergh, Aksi Akrobat hingga Bayinya Diculik

Internasional
Mahathir: Saya Ucapkan Selamat kepada Bapak Jokowi atas Kemenangan sebagai Presiden Republik Indonesia

Mahathir: Saya Ucapkan Selamat kepada Bapak Jokowi atas Kemenangan sebagai Presiden Republik Indonesia

Internasional
Setelah Capai Puncak, Pemanjat Menara Eiffel Ditangkap 6 Jam Kemudian

Setelah Capai Puncak, Pemanjat Menara Eiffel Ditangkap 6 Jam Kemudian

Internasional
Bayar Orang untuk Serang Kekasih Ratu Kecantikan, Pengusaha Singapura Dibui

Bayar Orang untuk Serang Kekasih Ratu Kecantikan, Pengusaha Singapura Dibui

Internasional
Kalah Pemilu, Partai Buruh Australia Langsung Suksesi Kepemimpinan

Kalah Pemilu, Partai Buruh Australia Langsung Suksesi Kepemimpinan

Internasional
Usai Diperkosa Beramai-ramai, Perempuan Ini Disiram Cairan Asam

Usai Diperkosa Beramai-ramai, Perempuan Ini Disiram Cairan Asam

Internasional
Saat Kampanye, Pidato Trump Berulang Kali Dihentikan Fans yang Pingsan

Saat Kampanye, Pidato Trump Berulang Kali Dihentikan Fans yang Pingsan

Internasional
Saudi Klaim Pemberontak Houthi Kirim Misil ke Mekah

Saudi Klaim Pemberontak Houthi Kirim Misil ke Mekah

Internasional
Seorang Bayi Berusia Sehari Tertinggal di Dalam Taksi

Seorang Bayi Berusia Sehari Tertinggal di Dalam Taksi

Internasional
Filipina Berencana Kembali Larang Warganya Bekerja di Kuwait

Filipina Berencana Kembali Larang Warganya Bekerja di Kuwait

Internasional
Murid SMP Sajikan Crepes Campur Air Kencing dan Sperma ke Gurunya

Murid SMP Sajikan Crepes Campur Air Kencing dan Sperma ke Gurunya

Internasional
Pendiri Huawei: AS Meremehkan Kekuatan Kami

Pendiri Huawei: AS Meremehkan Kekuatan Kami

Internasional
Pelaku Bom Bunuh Diri Sri Lanka Pakai Peledak yang Disukai ISIS

Pelaku Bom Bunuh Diri Sri Lanka Pakai Peledak yang Disukai ISIS

Internasional

Close Ads X