Angkatan Laut India Tambah 56 Kapal Perang dan Enam Kapal Selam

Kompas.com - 05/12/2018, 15:42 WIB
Perdana Menteri India Narendra Modi saat meninjau peresmian kapal selam Angkatan Laut India, INS Kalvari di Mumbai, Desember 2017. AFP / INDIAN NAVYPerdana Menteri India Narendra Modi saat meninjau peresmian kapal selam Angkatan Laut India, INS Kalvari di Mumbai, Desember 2017.

NEW DELHI, KOMPAS.com - India berencana menambah 56 kapal perang dan enam kapal selam sebagai bagian dari upaya memperkuat armada angkatan lautnya.

Hal tersebut untuk mempersiapkan diri menghadapi ekspansi China di wilayah perairannya. Demikian menurut laporan dari media India.

Dilaporkan Economic Times of India, Senin (3/12/2018), Angkatan Laut India ingin memperkuat kemampuan pertahanannya.

Penambahan kapal perang baru tersebut sebagai bagian dari rencana jangka 10 tahun yang mencakup pembangunan kapal induk ketiga India.


Baca juga: Melambat, Pertumbuhan Perekonomian India Masih yang Tertinggi

Angkatan Laut India saat ini memiliki 140 kapal perang dan 220 pesawat tempur. Ditambah lagi dengan 30 kapal yang sedang dalam proses pembangunan.

Disampaikan Kepala Angkatan Laut India, Laksamana Sunil Lanba, tambahan persenjataan baru ini akan dapat melayani peran-peran yang berbeda di perairan sekitar India.

" Kapal selam berfungsi untuk 'pertahanan laut', sementara kapal induk adalah untuk kontrol laut. Grup tempur kapal induk akan meningkatkan peran angkatan laut di wilayah Samudera Hindia," kata Lanba.

Ditambahkan Lanba, India memiliki keuntungan atau seimbang atas angkatan laut China di Samudera Hindia, namun Beijing lebih unggul di Laut China Selatan.

Selain penambahan armada kapal tempurnya, India juga telah membuat kemajuan dalam tiga proyek helikopter dan kapal selam barunya.

Kapal selam kelas Scorpene kedua, yang diberi nama Khanderi, kini sedang dipersiapkan untuk uji coba, setelah unit pertama, INS Kalvari, telah resmi diluncurkan pada Desember tahun lalu.

Angkatan Laut India telah aktif menggelar latihan dengan 20 negara mitra sepanjang tahun 2018 ini untuk meningkatkan kemampuan kerja sama operasi.

India telah membangun kemitraan maritim dengan negara-negara di Samudera Hindia seperti Maladewa dengan patroli EEZ, serta sedang bernegosiasi untuk membangun pangkalan angkatan laut di Pulau Assumption di Seychelles.

"Di Maladewa, terdapat pemerintahan yang menguntungkan India. Kami menggelar patroli EEZ dengan mereka. Kami masih melanjutkannya dan akan berdiskusi untuk semua hal, tidak hanya di maritim," ujar Lanba.

Baca juga: China dan India Bakal Kuasai Pertumbuhan Tenaga Nuklir Dunia

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

PSK Usia 69 Tahun Ini Ditemukan Tewas, Polisi Lakukan Penyelidikan

PSK Usia 69 Tahun Ini Ditemukan Tewas, Polisi Lakukan Penyelidikan

Internasional
Manusia Terkecil di Dunia Ini Meninggal di Usia 27 Tahun

Manusia Terkecil di Dunia Ini Meninggal di Usia 27 Tahun

Internasional
Iran Tembak Jatuh Pesawat Ukraina karena Ditakuti Jet Tempur F-35 AS

Iran Tembak Jatuh Pesawat Ukraina karena Ditakuti Jet Tempur F-35 AS

Internasional
2 Orang di China Meninggal akibat Virus Misterius Mirip SARS

2 Orang di China Meninggal akibat Virus Misterius Mirip SARS

Internasional
Dianggap Berdosa, Ibu Hamil dan 5 Anaknya Disiksa hingga Tewas

Dianggap Berdosa, Ibu Hamil dan 5 Anaknya Disiksa hingga Tewas

Internasional
Pesta Selama Seminggu dan Biarkan Anaknya Mati Kelaparan, Ibu Ini Dipenjara

Pesta Selama Seminggu dan Biarkan Anaknya Mati Kelaparan, Ibu Ini Dipenjara

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Gadis di China Makan Nasi dan Sambal Selama 5 Tahun | Gunung Taal Meletus

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Gadis di China Makan Nasi dan Sambal Selama 5 Tahun | Gunung Taal Meletus

Internasional
Trump kepada Pemimpin Tertinggi Iran: Dia Harus Hati-hati dengan Ucapannya

Trump kepada Pemimpin Tertinggi Iran: Dia Harus Hati-hati dengan Ucapannya

Internasional
Iran Siap Bernegosiasi dengan Siapa Pun Kecuali AS

Iran Siap Bernegosiasi dengan Siapa Pun Kecuali AS

Internasional
Dituduh Selingkuh, Penis Pria di Ukraina Dipasang Penjepit Logam oleh Istri

Dituduh Selingkuh, Penis Pria di Ukraina Dipasang Penjepit Logam oleh Istri

Internasional
Trump Pilih Orang yang Makzulkan Bill Clinton sebagai Tim Pengacaranya

Trump Pilih Orang yang Makzulkan Bill Clinton sebagai Tim Pengacaranya

Internasional
Pemimpin Tertinggi Iran Pimpin Shalat Jumat untuk Pertama Kalinya dalam 8 Tahun

Pemimpin Tertinggi Iran Pimpin Shalat Jumat untuk Pertama Kalinya dalam 8 Tahun

Internasional
Bunuh Suami dengan Obat Tetes Mata, Wanita Ini Dipenjara 25 Tahun

Bunuh Suami dengan Obat Tetes Mata, Wanita Ini Dipenjara 25 Tahun

Internasional
Arab Saudi Bayar Rp 6,8 Triliun untuk Biaya Tempatkan Pasukan AS

Arab Saudi Bayar Rp 6,8 Triliun untuk Biaya Tempatkan Pasukan AS

Internasional
Seorang Pria Hilang, Diduga Tewas Dimakan Babi Peliharaannya

Seorang Pria Hilang, Diduga Tewas Dimakan Babi Peliharaannya

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X