Kompas.com - 16/10/2018, 19:53 WIB
Drone militer milik Pasukan Pengawal Revolusi Iran yang diberi nama Saegheh. AFP / HO / IRANS REVOLUTIONARY GUARDS WEBSITEDrone militer milik Pasukan Pengawal Revolusi Iran yang diberi nama Saegheh.

TEHERAN, KOMPAS.com - Pasukan Pengawal Revolusi Iran mengatakan pihaknya telah melancarkan hingga 700 serangan menggunakan drone atau pesawat tanpa awak, dengan target kelompok ISIS di Suriah.

"Drone pembom kami telah menjalani hingga 700 operasi militer menggunakan bom pintar terhadap Daesh," kata Brigadir Jenderal Iran Amirali Hajizadeh, menggunakan nama Arab untuk ISIS.

"Serangan drone kami gunakan untuk menghancurkan tank, kendaraan pengangkut personel, mobil serangan bunuh diri, atau meriam 23 milimeter."

"Target-target tersebut adalah penting bagi Daesh dan kami telah dapat mengubah arah pertempuran secara drastis," tambahnya, seperti diberitakan kantor berita Suriah, Fars, pada Selasa (16/10/2018).

Baca juga: Teheran: Mustahil Arab Saudi Mampu Gantikan Pasokan Minyak Iran

Melansir dari AFP, serangan drone militer terakhir digunakan Iran saat menghancurkan target ISIS di Suriah pada 1 Oktober lalu.

Serangan tersebut dilancarkan sebagai balasan atas serangan mematikan yang terjadi pada bulan September saat dilangsungkannya parade militer di kota Ahvaz.

Kelompok ISIS telah mengklaim bertanggung jawab atas serangan tersebut, meski Teheran tidak terlalu yakin terhadap klaim tersebut.

Dalam serangan drone yang dilancarkan awal bulan ini, Teheran mengirim tujuh drone militer serta enam rudal balistik dengan menargetkan markas ISIS di kota Hajin, Suriah timur, sekitar 24 kilometer utara Albu Kamal yang berbatasan dengan Irak.

Media Iran mengungkapkan gambar yang dipublikasikan menunjukkan drone yang diproduksi lokal yang disebut Saegheh, merupakan tiruan dari drone RQ-170 Sentinel milik AS yang tertangkap oleh Iran pada 2011.

Kepala Staf Angkatan Bersenjata Iran, Mayor Jenderal Mohammad Bagheri mengatakan, serangan itu adalah pertama kalinya drone militer mereka digunakan melintasi perbatasan sejumlah negara untuk mencapai target.

Baca juga: Iran Rilis Video Militer Mereka Kejar Kapal Induk AS di Selat Hormuz



Sumber AFP
Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X