Teheran: Mustahil Arab Saudi Mampu Gantikan Pasokan Minyak Iran

Kompas.com - 08/10/2018, 22:16 WIB

TEHERAN, KOMPAS.com - Menteri Perminyakan Iran, Bijan Namdar Zanganeh mengatakan, pernyataan Arab Saudi yang ingin menggantikan kekurangan pasokan minyak dari Teheran karena sanksi AS sebagai klaim yang berlebihan.

Menurut Zanganeh, Senin (8/10/2018), pasar minyak dunia tidak akan pernah percaya jika Arab Saudi bisa menggantikan minyak Iran.

"Pernyataan yang berlebih-lebihan seperti itu mungkin akan menyenangkan Trump (Presiden AS Donald Trump), tapi pasar tidak akan pernah percaya dengan hal itu," katanya situs kementerian, SHANA, dilansir AFP.

"Pernyataan tersebut dibuat karena adanya tekanan dari Trump terhadap pemerintah Arab Saudi. Pada kenyataannya, baik Saudi maupun negara penghasil minyak lain tidak ada yang memiliki kemampuan seperti itu," tambahnya.

Baca juga: Jalankan Sanksi, AS Bertekad Pangkas Ekspor Minyak Iran hingga Nol

Sebelumnya pada Jumat (5/10/2018), Pangeran Mahkota Saudi, Mohammed bin Salman mengatakan kepada Bloomberg, bahwa Arab Saudi bekerja keras untuk menutup kekurangan pasokan minyak yang ditinggalkan Iran.

Menurut putra mahkota, penjualan minyak Iran telah turun menjadi 700.000 barel per hari sejak Amerika Serikat mengumumkan mundur dari kesepakatan nuklir 2015 pada Mei lalu dan kembali memberlakukan sanksi.

Sejumlah analis mengungkapkan angka pasti ekspor minyak Iran tidak diketahui, diyakini karena mereka telah mematikan perangkat pelacakan pada kapal pengekspor minyak mereka sejak kembali diberlakukannya sanksi.

Data terakhir pada April, sebelum AS mengumumkan kembali diberlakukannya sanksi kepada Iran, jumlah ekspor minyak Teheran berada antara 2,5 hingga 2,7 juta barel per hari.

Pangeran  Mohammed mengaku telah meningkatkan ekspor hingga dua barel untuk setiap barel yang hilang dari Iran.

Namun Zanganeh menyebut Saudi hanya melepas cadangan minyak mereka ke pasar dan kapasitas produksi mereka tidak mengalami peningkatan.

Sanksi terhadap sektor minyak Iran baru akan mulai diberlakukan pada 5 November mendatang, namun sejumlah negara pengimpor di Eropa dan Asia telah memangkas pembelian mereka sejak beberapa bulan terakhir atas tekanan dari AS.

Baca juga: Jika Iran Tak Boleh Ekspor Minyak, Seluruh Timur Tengah Tak Boleh

.

.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Sumber AFP
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.