Presiden Turkmenistan Larang Mobil Berwarna Hitam di Ibu Kota

Kompas.com - 11/01/2018, 14:33 WIB
Presiden Turkmenistan Gurbanguly Berdymukhammedov. TOBIAS SCHWARZ / AFP Presiden Turkmenistan Gurbanguly Berdymukhammedov.
|
EditorErvan Hardoko

ASHGABAT, KOMPAS.com - Salah satu warna paling umum yang digunakan untuk mewarnai mobil adalah hitam. Namun, warga kota Ashgabat, Turkmenistan, mereka kini tak bisa memiliki mobil berwarna hitam.

Apa pasalnya? Presiden Turkmenistan Gurbanguly Berdymukhamemedov melarang mobil berwarna hitam berkeliaran di ibu kota negeri itu.

Akibat perintah presiden ini, selama beberapa pekan terakhir mobil-mobil berwarna gelap terkena razia kepolisian.

Pemilik mobil berwarna gelap yang terkena razia kemudian harus mengecat ulang mobil mereka dengan warna putih atau perak.

Baca juga : Turkmenistan Larang Total Penjualan Tembakau dan Rokok

Sang presiden, memang dikenal penggemar warna putih. Istana kepresidenan juga didominasi warna putih bahkan dia bepergian dengan menggunakan limusin putih.

Ashgabat, ibu kota Turkmenistan, dikenal dengann nama "Kota Marmer Putih". Kota ini memegang rekor dunia sebagai tempat yang memiliki gedung berbahan marmer putih terbanyak di dunia.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Namun, kegemaran sang presiden akan warna putih menjadi beban bagi rakyat khususnya pemilik mobil berwarna hitam.

Sebab, mereka harus mengeluarkan uang yang tak sedikit untuk mengecat ulang mobil agar memiliki warga putih terang seperti kesukaan presiden.

Seorang warga setempat kepada Radio Free Europe mengatakan dia harus mengeluarkan uang 7.000 manat atau hampir Rp 27 juta untuk mengecat ulang mobilnya.

Baca juga : Parlemen Turkmenistan Berencana Perpanjang Masa Jabatan Presiden

Uang sebesar itu amat banyak bagi sebagian besar warga Turkmenistan yang memiliki pendapatan rata-rata Rp 4,5 juta per bulan.

"Gaji saya hanya 1.000 manat (Rp 3,8 juta), jadi meski saya tak menggunakan uang saya, maka saya tetap akan menghabiskan sebagian besar pendapatan tahunan hanya untuk mengecat ulang mobil," kata pria yang tak ingin disebutkan namanya itu.

Dua tahun lalu, Turkmenistan bahkan melarang impor mobil berwarna hitam. Demikian dilaporkan kantor berita Ria Novosti.


Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Sumber Daily Mail
Rekomendasi untuk anda
TIPS, TRIK, DAN TUTORIAL
Kejadian Lawan Arah di Tol, Amankah Lansia Menyetir Mobil? Ini Kata Pakar
Kejadian Lawan Arah di Tol, Amankah...
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.