Kompas.com - 04/09/2016, 18:22 WIB
ilustrasi rokok shutterstockilustrasi rokok
EditorErvan Hardoko

ASHGABAT, KOMPAS.com - Turkmenistan mungkin menjadi negara pertama di dunia yang melarang seluruh penjualan tembakau, sesuai perintah Presiden Gurbanguly Berdymukhamedov.

Sebuah dekrit presiden baru menegaskan larangan itu dan siapapun yang ketahuan menjual tembakau atau rokok akan dijatuhi denda sebesar 6.900 manat atau sekitar Rp 26 juta.

Situs berita Chrono-TM, yang memberitakan peristiwa di Turkmenistan, mengabarkan, larangan ini memunculkan pasar-pasar gelap di jalanan ibu kota Ashgabat.

Pasar-pasar gelap itu juga menjual rokok selundupan dari luar negeri yang dihargai Rp 136.000 per bungkusnya.

Larangan ini tak lepas dari upaya Presiden Gurbanguly Berdymukhamedov membangun citra dirinya sebagai sosok yang menggemari kegiatan fisik luar ruangan seperti bersepeda dan memancing serta tak suka mengisap rokok.

Untuk urusan rokok ini, Presiden  Berdymukhamedov memang tak main-main. Awal bulan ini dia memecat Kepala Urusan Perlindungan Komunitas Sehat, Ataturd Odmanov setelah dianggap gagal mendorong agar warga negeri itu meninggalkan hobi merokok.

Meski keras dalam urusan rokok Berdymukhamedov sedikit lebih moderat ketimbang pendahulunya Saparmurat Niyazov yang meninggal dunia pada 2006.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Di masa Niyazov banyak larangan diberlakukan termasuk larangan pagelaran sirkus dan mengubah nama bulan di kalender dengan nama-nama yang terkait dengan sosok sang presiden.

Berdymuhkamedov mencabut beberapa larangan ini tetapi dalam hal lain seperti melarang oposisi politik, menindas kelompok minoritas dan mengendalikan media, dia mengikuti jejak Niyazov.

Setidaknya untuk kebijakan larangan penjualan rokok ini bisa dinantikan hasilnya untuk kesehatan rakyat Turkmenistan yang hingga kini usia harapan hidupnya hanya 65 tahun.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.