Kompas.com - 11/05/2016, 08:41 WIB
Motiur Rahman Nizami tidak mau mengajukan grasi kepada presiden. AFPMotiur Rahman Nizami tidak mau mengajukan grasi kepada presiden.
|
EditorPascal S Bin Saju

DHAKA, KOMPAS.com - Pemimpin partai Islam terbesar di Banglades, Motiur Rahman Nizami, dieksekusi dengan cara digantung atas kejahatan perang.

Pihak berwenang mengatakan Nizami (74) digantung di Penjara Pusat di ibu kota, Dhaka, Rabu (10/5/2016) pagi. Ia pemimpin partai terlarang, Jamaat-e-Islami.

Ribuan polisi mengawasi dengan ekstra ketat di seluruh Dhaka, ibu kota Banglades.

Pengawasan ekstra dilakukan karena eksekusi serupa sebelumnya telah memicu gejolak dan kekerasan yang menewaskan lebih dari 200 orang, sebagian besar aktivis Jamaat dan polisi.

Sebelum eksekusi, Menteri Dalam Negeri Asaduzzaman Khan mengatakan, Nizami menolak untuk mengajukan permohonan grasi presiden.

Nizami dinyatakan bersalah dalam kasus kejahatan perang terhadap kemanusiaan selama perang kemerdekaan Banglades dari Pakistan pada tahun 1971.

Eksekusi dilaksanakan setelah pada Senin (9/5/2016) Mahkamah Agung menolak banding terakhir untuk meninjau kembali hukuman mati kepada Nizami.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Dalam wartawan dengan BBC di Dhaka  diketahui bahwa Nizami adalah pentolan kelima Partai Jamaat-e-Islami. Ia telah menjalani status hukuman mati selama beberapa tahun belakangan ini dan baru dieksekusi, Rabu pagi ini.

Kubu pendukung Pengadilan Kejahatan Perang menyambut hukuman mati atas Motiur Rahman Nizami.

Sedangkan kubu pendukung Nizami berkeyakinan, pengadilan ini dibentuk atas dasar motif politik.

Lima politisi oposisi, tetamasuk empat pemimpin Jamaat, telah dieksekusi dengan cara digantung sejak tahun 2013. 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.