BNP2TKI Janjiikan Perusahaan Bayar Asuransi Korban Kapal Tenggelam di Rusia

Kompas.com - 05/12/2014, 00:14 WIB
Politisi Partai Golkar Nusron Wahid dilantik menjadi Kepala Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan TKI di Istana Negara, Kamis (27/11/2014). Kompas.com/SABRINA ASRILPolitisi Partai Golkar Nusron Wahid dilantik menjadi Kepala Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan TKI di Istana Negara, Kamis (27/11/2014).
EditorFidel Ali Permana


JAKARTA, KOMPAS.com - Kepala Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BNP2TKI) Nusron Wahid berjanji untuk memperjuangkan pemenuhan asuransi terhadap keluarga korban anak buah kapal (ABK) Kapal Oryong 501 yang tenggelam di perairan Rusia.
 
Hal itu dikatakan Nusron saat menemui Endah Setiawati (35), istri Muhtar Mokodompit, ABK asal Jakarta Utara yang menjadi salah satu korban tenggelamnya kapal tersebut.

"Kita akan pastikan klaim asuransi dipenuhi oleh pihak PT, termasuk pendidikan anak nanti ditanggung, asuransinya sedang diurus. Sabar, besok pagi kita panggil semua, dari KPI (Kesatuan Pelaut Indonesia) dan dari PT-nya," ucap Nusron, kepada Endah Setiawati, di kediamannya, di Jalan Lodan Dalam II, Kelurahan Ancol, Kecamatan Pademangan, Jakarta Utara, Kamis (4/12/2014) malam.
 
Nusron dalam kesempatan itu menjamin apapun yang terjadi, korban yang ditemukan akan dibawa ke Indonesia dan Pemerintah RI membantu semuanya.
 
"Setelah dipastikan DNA-nya selesai langsung diterbangkan. Yang penting, ada apa-apa komunikasi dengan pemerintah, kalau ada kabar kapan diberangkatkan kita kabarin untuk dijemput bareng-bareng. Ibu doakan agar diberikan yang terbaik dari Allah," ucap Nusron.
 
Dalam pertemuan tersebut, Nusron didampingi oleh Gatot Hermawan Kepala Balai Pelayanan Penempatan dan Perlindungan TKI DKI Jakarta (BP3TKI‎) serta Kepala Seksi Perlindungan dan Pemberdayaan TKI Jakarta Utara Yull Evira Yulinda, serta Kepala Seksi Pidana Perlindungan WNI Kementerian Luar Negeri, Shabda Thian.
 
Endah Setiawati mengatakan, suaminya sudah bekerja sebagai pelayar sejak 2012 lalu dan kali ini adalah kontrak yang ketiganya.
 
"Sudah tiga kali berangkat, yang pertama 10 bulan, yang kedua 5 bulan, dan ini yang ketiga kontraknya 10 bulan, ini baru 9 bulan kapalnya tenggelam," ujarnya.
 
Endah menceritakan, dirinya pertama kali mendengar kabar mengenai tenggelamnya kapal tersebut dari teman suami saya yang datang rumah.

Saat ini, meskipun sudah ada kabar simpang siur mengenai nasib suaminya, dia tetap berharap masih hidup.

Pihaknya juga terus menunggu informasi dari pihak pemerintah atas kepastian nasib suaminya.

Di sisi lain, pihaknya juga berkomunikasi dengan PT Koindo Maritim Power yang mengurus Kartu Tenaga Kerja Luar Negeri (KTKLN) suaminya dan sudah berjanji akan memberikan santunan.

Kepala Seksi Pidana Perlindungan WNI Shabda Thian mengatakan Kemlu mengupayakan agar pencarian tetap dilakukan dan memastikan jenazah ditemukan dan Tim Disaster Victim Identification (DVI) Polri akan melakukan sample darah keluarga korban.

‎"Kami menyebar tim untuk menyampaikan informasi ke pihak keluarga korban bersama BNP2TKI dan Tim DVI ‎Polri‎," jelasnya.

Shabda menyebut KBRI di Korsel dan Rusia juga memastikan pengurusan asuransi dan hak-hak tenaga kerja Oryong 501.

"Kemlu akan berusaha mempercepat pemulangan jenazah yang sudah teridentifikasi dengan kerjasama dengan BNP2TKI‎," jelasnya.

Sampai saat ini, dari 35 WNI yang menjadi ABK Oryong 501, telah ditemukan 9 jenazah dan 3 selamat. Pencairan terus dilakukan meskipun cuaca sangat tidak mendukung.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kisah Tiga Negara Penikmat Reklamasi

Kisah Tiga Negara Penikmat Reklamasi

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Internasional
Virus Corona di Iran Menyebar Cepat, 54 Orang Meninggal

Virus Corona di Iran Menyebar Cepat, 54 Orang Meninggal

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X