Kompas.com - 13/10/2014, 03:09 WIB
|
EditorFidel Ali

BARCELONA, KOMPAS.com - Ribuan orang turun ke jalan di Barcelona saat hari nasional Spanyol tengah dirayakan, Minggu (12/10/2014). Demonstrasi itu digelar untuk melawan gerakan menjadikan Catalonia menjadi sebuah negara merdeka.

Unjuk rasa tersebut digelar kurang dari sebulan menuju 9 November, hari yang ditetapkan oleh para pemimpin Catalonia untuk pemungutan suara atas pemisahan diri wilayah mereka. Sekitar 40.000 orang berunjuk rasa di pusat kota Catalan dengan kawalan polisi.

Dalam kegiatan tersebut, para pengunjuk rasa meneriakkan kata "Mas, undurkan diri!". Hal itu menjadi pukulan kepada Presiden Catalonia, Artur Mas, yang menyebut referendum untuk kemerdekaan tersebut merupakan upaya menentang pemerintah Madrid.

"Saya ingin kebebasan untuk Spanyol dan Catalan," ujar Javier Pardo (23), seperti dikutip dari AFP. "Mereka tidak bisa merenggutnya dari saya," lanjutnya.

Pertemuan yang diinisiasi oleh kelompok organisasi masyarakat Catalan dengan slogan "Spanyol untuk Semua", merupakan rangkaian akhir pertemuan oleh kuasa hukum kedua pihak yang menggugat. Mahkamah Konstitusi Spanyol telah meminta penangguhan referendum, sementara legalitasnya tengah dirundingkan yang prosesnya dapat memakan waktu bertahun-tahun.

Mas dan pemerintah daerah Catalan mengatakan, mereka akan memutuskan pada Rabu (15/10/2014) apakah akan tetap mendorong rencana pemungutan suara meskipun belum ada keputusan mahkamah.

"Apa yang kita inginkan adalah akhir dari perpecahan dan konflik," kata penggagas pertemuan, Ramon Bosch, saat demo di Barcelona.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Menurut Bosch, untuk membuat Catalonia menjadi sebuah bangsa akan membuat 7,5 juta warga Catalonia semakin miskin dan lemah. Bangsa Catalan tersulut oleh referendum kemerdekaan di Skotlandia bulan lalu, yang disahkan oleh pemerintah Inggris. Para pemilih akhirnya menolak kemerdekaan.

Warga di wilayah timur laut Spanyol tersebut sudah sering mengeluhkan kebijakan dari pemerintah Madrid. Mereka mengeluh karena merasa ditipu oleh Madrid terkait pajak mereka yang tidak dapat dimanfaatkan secara mandiri.

Informasi saja, wilayah tersebut telah menyumbang sekitar lima persen dari perekonomian Spanyol secara keseluruhan. Meski begitu, mereka justru disamakan dengan daerah lain lantaran resesi di Spanyol yang terjadi selama beberapa tahun belakangan.

Pun begitu, polling pada 5 Oktober menunjukkan hanya 23 persen warga Catalan mendukung gagasan untuk melanjutkan referendum dan sebanyak 45 persen menginginkan pihak yang berwenang di wilayahnya untuk mematuhinya sesuai dengan perintah Mahkamah Konstitusi.

Perdana Menteri Spanyol Mariano Rajoy pun ikut turun ke jalan pada hari nasional Spanyol tersebut untuk menekankan bahwa warga Catalan sama seperti warga Spanyol lainnya.

Dalam komentar yang dipublikasikan pada edisi bahasa Catalan di koran El Pais, pimpinan pemerintah konservatif mengatakan siap untuk membangun "jembatan" untuk negosiasinya dengan Catalan.Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Sumber
Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.