Gaza Kian Membara, AS Tawarkan Jadi Penengah Gencatan Senjata

Kompas.com - 11/07/2014, 09:21 WIB
Sebuah tank Merkava milik Israel berpatroli di perbatasan Israel dan jalur Gaza, menyusul serangan udara yang dilancarkan Israel ke Palestina, 10 Juli 2014. Serangan Israel ke kota Gaza menewaskan puluhan warga Palestina termasuk wanita dan anak-anak. AFP PHOTO / JACK GUEZSebuah tank Merkava milik Israel berpatroli di perbatasan Israel dan jalur Gaza, menyusul serangan udara yang dilancarkan Israel ke Palestina, 10 Juli 2014. Serangan Israel ke kota Gaza menewaskan puluhan warga Palestina termasuk wanita dan anak-anak.
EditorEgidius Patnistik
GAZA CITY, KOMPAS.com — Pesawat-pesawat tempur Israel terus melancarkan serangan mematikan di Gaza pada Jumat (11/7/2014), tetapi serangan itu gagal menghentikan militan Palestina menembakkan roket melintasi perbatasan. Pada saat yang sama, Amerika Serikat (AS) menawarkan bantuan untuk menegosiasikan sebuah gencatan senjata.

Saat kekerasan memburuk, Presiden AS Barack Obama menelepon Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu. Obama mengatakan bahwa pemerintahnya bersedia untuk menengahi sebuah proses gencatan senjata. Obama mengatakan, ia khawatir pertempuran bisa meningkat dan "menyerukan kepada semua pihak untuk melakukan segala sesuatu yang mereka bisa demi melindungi kehidupan warga sipil," kata Gedung Putih.

Sekjen PBB Ban Ki-moon, Kamis, juga meminta adanya gencatan senjata segera. Ia menyampaikan hal itu dalam pertemuan darurat Dewan Keamanan. Ban mengatakan, gencatan senjata kini "lebih mendesak daripada sebelumnya".

Presiden Rusia Vladimir Putin juga mengeluarkan imbauan serupa dalam sebuah pembicaraan telepon kepada Netanyahu. Ia mendesak segera diakhirinya pertumpahan darah dan mengekspresikan keprihatinan atas jatuhnya korban sipil.

Namun, Israel tampaknya bertekad untuk melakukan pukulan yang fatal terhadap gerakan Islam Hamas yang menguasai Gaza. Netanyahu dilaporkan telah mengatakan bahwa pembicaraan gencatan senjata "bahkan tidak ada dalam agenda".

"Kami masih menghadapi operasi yang sulit, kompleks, dan rumit," kata Netanyahu setelah sebuah pertemuan kabinetnya.

Serangan udara Israel menewaskan lebih dari 30 warga Palestina hanya pada Kamis, banyak dari mereka adalah wanita dan anak-anak.

Hamas, kelompok Palestina yang berkuasa di Gaza, juga tampaknya tidak tertarik untuk menghentikan aksinya. Kelompok itu, dengan roket-roketnya, terus melancarkan serangan yang lebih jauh ke dalam wilayah Israel selama 48 jam terakhir. Roket-roket jatuh dekat Jerusalem dan Tel Aviv, bahkan lebih jauh lagi, yaitu di Hadera, 116 kilometer ke utara.

Anggota senior Hamas dan mantan Perdana Menteri Gaza Ismail Haniya mengesampingkan langkah mundur oleh gerakan Islam itu. "Musuh (Israel) adalah pihak yang memulai agresi ini dan dia harus berhenti, karena kami (hanya) membela diri," kata Haniya dalam sebuah pernyataan pada Jumat pagi.

Sirene meraung-raung di Jerusalem untuk kali kedua pada Kamis dan serangkaian ledakan keras bergema di seluruh kota saat sistem anti-rudal Iron Dome menembak jatuh dua roket yang ditembakkan dari Gaza, kata militer. Dua roket lain jatuh di daerah kosong di Tepi Barat yang diduduki, satu jatuh dekat permukiman Maaleh Adumim, dan yang lainnya mendarat di dekat Ofer, sebuah penjara militer Israel di sebelah barat Ramallah, kata sejumlah saksi dan pejabat keamanan kepada AFP.

Halaman Selanjutnya
Halaman:
Baca tentang
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Sumber AFP
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Australia Anjurkan Warganya Untuk Karantina Selama Dua Pekan

Australia Anjurkan Warganya Untuk Karantina Selama Dua Pekan

Internasional
Video Perawat Hamil Rawat Pasien Virus Corona Dirilis, Publik China Marah

Video Perawat Hamil Rawat Pasien Virus Corona Dirilis, Publik China Marah

Internasional
Kaget Digigit, Peselancar Ini Tinju Mata Hiu

Kaget Digigit, Peselancar Ini Tinju Mata Hiu

Internasional
2 Meninggal dan 79 Terinfeksi Virus Corona, Italia Tutup Puluhan Kota

2 Meninggal dan 79 Terinfeksi Virus Corona, Italia Tutup Puluhan Kota

Internasional
Ancaman Ekstremis Sayap Kanan Meningkat, Jerman Perkuat Keamanan

Ancaman Ekstremis Sayap Kanan Meningkat, Jerman Perkuat Keamanan

Internasional
Kasus Virus Corona Per 23 Februari 2020, 2.400 Orang Meninggal, 76.000 Terinfeksi

Kasus Virus Corona Per 23 Februari 2020, 2.400 Orang Meninggal, 76.000 Terinfeksi

Internasional
Dalam 24 Jam, Italia Umumkan 2 Korban Meninggal dan 79 Kasus Infeksi Virus Corona

Dalam 24 Jam, Italia Umumkan 2 Korban Meninggal dan 79 Kasus Infeksi Virus Corona

Internasional
Mahathir Bakal Putuskan Sendiri Kapan Dia Akan Mundur

Mahathir Bakal Putuskan Sendiri Kapan Dia Akan Mundur

Internasional
Anak Monyet Ini Berusaha Bangunkan Sang Induk yang Mati Tersetrum

Anak Monyet Ini Berusaha Bangunkan Sang Induk yang Mati Tersetrum

Internasional
Pernyataan Muhadjir Effendy Ini Jadi Sorotan Media Internasional Karena Dianggap Menghebohkan

Pernyataan Muhadjir Effendy Ini Jadi Sorotan Media Internasional Karena Dianggap Menghebohkan

Internasional
Menikah Massal di Tengah Virus Corona, Pasangan Ini Berciuman Pakai Masker

Menikah Massal di Tengah Virus Corona, Pasangan Ini Berciuman Pakai Masker

Internasional
Virus Corona, Siapa Penyebar Pertama dan Mengapa Dia Penting untuk Ditemukan

Virus Corona, Siapa Penyebar Pertama dan Mengapa Dia Penting untuk Ditemukan

Internasional
Takut Tertular Virus Corona, Demonstran di Ukraina Lempari Bus yang Bawa Warga dari China

Takut Tertular Virus Corona, Demonstran di Ukraina Lempari Bus yang Bawa Warga dari China

Internasional
Rusia Jalin Koordinasi dengan China Tangani Kasus Virus Corona

Rusia Jalin Koordinasi dengan China Tangani Kasus Virus Corona

Internasional
Kisah Korban Selamat Virus Corona (2): Ingin Berterima Kasih Dapat Hidup Kedua

Kisah Korban Selamat Virus Corona (2): Ingin Berterima Kasih Dapat Hidup Kedua

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X