Tak Mampu Sekolahkan Anak-anaknya, Pria Ini Bunuh Diri

Kompas.com - 22/05/2014, 20:34 WIB
Wu Jingmin (36), istri mendiang Wang Guangrong, bersama tiga putri dan seorang putranya. Wu Jingmin berkata suaminya akan bahagia karena saat ini anak-anaknya bisa mendapatkan pendidikan yang layak. Daily MailWu Jingmin (36), istri mendiang Wang Guangrong, bersama tiga putri dan seorang putranya. Wu Jingmin berkata suaminya akan bahagia karena saat ini anak-anaknya bisa mendapatkan pendidikan yang layak.
EditorErvan Hardoko
BEIJING, KOMPAS.com - Seorang ayah empat anak di China nekat bunuh diri setelah dijatuhi hukuman denda karena melanggar kebijakan satu anak yang diterapkan di negeri itu.

Wang Guangrong (37), yang berprofesi sebagai petani di desa Wantun, Provinsi Guizhou, memiliki satu putra dan tiga orang putri. Dia sangat membanggakan keluarganya ini namun tidak demikian dengan pejabat setempat.

Seperti halnya keluarga miskin lainnya, Wang melihat anak sebagai aset berharga dan memutuskan untuk melanggar kebijakan pemerintah itu.

Namun yang sedikit membedakan Wang dari warga miskin lainnya adalah dia sangat bertekad memberikan pendidikan terbaik bagi anak-anaknya.

Sayangnya, Wang harus kecewa karena saat mendaftarkan anak-anaknya ke sekolah pada Maret lalu, Wang harus membayar uang sebesar 2.000 poundsterling atau sekitar Rp 39 juta untuk biaya pendidikan.

Tak mampu membayar biaya sekolah anak-anaknya dan tak mau membesarkan anak-anaknya tanpa mendapat pendidikan, Wang akhirnya memutuskan untuk bunuh diri.

"Dia tak tahan lagi. Sebelum mengiris urat nadinya, dia berkata kepada saya buat apa melahirkan anak-anak jika akhirnya mereka bodoh seperti ternak. Saya tak bisa hidup melihat anak-anak saya menjadi orang bodoh," kata Wu Jinmin (36), istri Wang.

Kabar bunuh diri Wang ini ternyata membuat pemerintah setempat malu sehingga mereka memutuskan untuk memberikan kompensasi kepada keluarga Wang sebesar 20.000 poundsterling atau hampir Rp 390 juta.

Selain itu, pemerintah setempat juga menjanjikan sebuah rumah baru untuk Wang dan keempat anak-anaknya.

"Pemerintah mengatakan setelah kematian suami saya bahwa kelebihan anak, meski tak disarankan, tak boleh membuat mereka tak mendapat pendidikan," kata Jinmin.

"Saya harap suami saya masih ada, namun saya kira dia kini bahagia karena tahu anak-anaknya akan bersekolah meski kami tidak," tambah dia.

Meski kemungkinan mendapat pendidikan kini terbuka, namun hilangnya sosok ayah membuat anak-anak Wang Guangrong bersedih. "Anak-anak sangat merindukan ayahnya. Mereka semua sangat sedih," tambah Jinming.

 

Menangkan Samsung A71 dan Voucher Belanja. Ikuti Kuis Hoaks / Fakta dan kumpulkan poinnya. *S&K berlaku


Sumber Daily Mail
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Dampak Virus Corona, Cathay Pacific dan Singapore Airlines Liburkan Pegawainya Tanpa Dibayar

Dampak Virus Corona, Cathay Pacific dan Singapore Airlines Liburkan Pegawainya Tanpa Dibayar

Internasional
Arab Saudi Tangguhkan Visa Umrah, Ini Negara Tetangganya yang Positif Virus Corona

Arab Saudi Tangguhkan Visa Umrah, Ini Negara Tetangganya yang Positif Virus Corona

Internasional
Kerusuhan India, 23 Orang Tewas dalam Demo Menentang UU Kewarganegaraan

Kerusuhan India, 23 Orang Tewas dalam Demo Menentang UU Kewarganegaraan

Internasional
23 Orang Tewas di Kerusuhan India, tapi Ada Juga Demo yang Berlangsung Sunyi

23 Orang Tewas di Kerusuhan India, tapi Ada Juga Demo yang Berlangsung Sunyi

Internasional
Keturunan WNI Tanpa Identitas di Malaysia Bertemu Ibu Kandung Setelah 15 Tahun

Keturunan WNI Tanpa Identitas di Malaysia Bertemu Ibu Kandung Setelah 15 Tahun

Internasional
Mahathir Mohamad Merasa Belum Waktunya Mundur

Mahathir Mohamad Merasa Belum Waktunya Mundur

Internasional
Korban Meninggal karena Virus Corona di Iran Bertambah Empat, Total Ada 19

Korban Meninggal karena Virus Corona di Iran Bertambah Empat, Total Ada 19

Internasional
Mahathir Mohamad Ingin Bentuk Pemerintahan yang Pro pada Kepentingan Nasional

Mahathir Mohamad Ingin Bentuk Pemerintahan yang Pro pada Kepentingan Nasional

Internasional
Virus Corona, Perancis Umumkan Kematian Pertama dari Warga Negaranya

Virus Corona, Perancis Umumkan Kematian Pertama dari Warga Negaranya

Internasional
Pertama Kalinya, Liga Sepak Bola Putri Arab Saudi Diluncurkan

Pertama Kalinya, Liga Sepak Bola Putri Arab Saudi Diluncurkan

Internasional
Cerita Warga Codogno, Kota Berjuluk 'Wuhannya Italia', di Tengah Wabah Virus Corona

Cerita Warga Codogno, Kota Berjuluk "Wuhannya Italia", di Tengah Wabah Virus Corona

Internasional
Kerusuhan New Delhi Kian Mencekam, Total 20 Orang Tewas

Kerusuhan New Delhi Kian Mencekam, Total 20 Orang Tewas

Internasional
Wabah Virus Corona, Ritual Rabu Abu di Filipina Berubah

Wabah Virus Corona, Ritual Rabu Abu di Filipina Berubah

Internasional
Tentara AS yang Bertugas di Korea Selatan Terinfeksi Virus Corona

Tentara AS yang Bertugas di Korea Selatan Terinfeksi Virus Corona

Internasional
Telanjang Dada di Depan Anak Tiri, Wanita Ini Dibawa ke Pengadilan

Telanjang Dada di Depan Anak Tiri, Wanita Ini Dibawa ke Pengadilan

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X