Selain Serangan Bom, Pemerintah Afganistan Pusing lantaran Parkiran Motor

Kompas.com - 30/08/2013, 15:01 WIB
Para demonstran Afganistan melempar batu dan meneriakkan slogan setelah membakar sebuah truk, yang diyakini miliki orang asing, dalam sebuah kerusuhan anti-pemerintah di Kabul pada tanggal 24 Juni 2013. Para demonstran berpartisipasi dalam kerusuhan melawan pemerintah Afganistan setelah sebuah bentrokan antara polisi dan orang-orang bersenjata tak dikenal karena perampasan tanah di timur kota Kabul.
AFP PHOTO/Massoud HOSSAINI Para demonstran Afganistan melempar batu dan meneriakkan slogan setelah membakar sebuah truk, yang diyakini miliki orang asing, dalam sebuah kerusuhan anti-pemerintah di Kabul pada tanggal 24 Juni 2013. Para demonstran berpartisipasi dalam kerusuhan melawan pemerintah Afganistan setelah sebuah bentrokan antara polisi dan orang-orang bersenjata tak dikenal karena perampasan tanah di timur kota Kabul.
|
EditorJosephus Primus
KOMPAS.com - Mari bertandang ke Afganistan, khususnya ke Kabul. Ternyata, pemerintah Afganistan pusing tujuh keliling ihwal parkiran sepeda motor.

Catatan Xinhuapada Jumat (30/8/2013) menunjukkan para pengguna sepeda motor alias
motoris di Kabul kesulitan mendapatkan lahan parkir. Sudah begitu, rekayasa pengaturan lalu-lintas oleh polisi setempat terbilang tak banyak membantu.

Sementara, polisi Kabul bilang kalau sampai kini pihaknya masih bersikap waspada kepada para motoris bahkan pengguna mobil pribadi. "Motor dan mobil di sini acap dipakai sebagai bom bunuh diri oleh kelompok teroris,"kata seorang polisi Kabul yang tak ingin disebut namanya.

Data otoritas pemerintah menunjukkan, meski masih berantakan lantaran perang saudara sampai kini, Kabul terbilang kota yang berkembang. Populasi penduduknya mencapai angka 5 juta orang. Di Kabul, tercatat, ada 400.000 sepeda motor. Hebatnya, jumlah ini berkembang pesat.

Bom bunuh diri

Kepolisian Kabul mengatakan kalau hingga kini pun, serangan bom bunuh diri bak hal lazim di ibu kota Negeri Para Mullah itu. Seperti tadi dikatakan, pelaku menggunakan sepeda motor dan mobil.

Kelompok penyerang, biasanya yang paling disebut adalah Taliban, menjadikan objek vital milik pemerintah hingga aparat keamanan sebagai sasaran. Makanya, sekarang polisi Kabul lebih banyak berkonsentrasi menjaga tempat-tempat semacam itu.

Tak cuma itu, serangan bom bunuh diri pun sering membidik kerumunan orang. Alhasil, lagi-lagi, polisi Kabul harus bekerja keras mengamankan situasi sembari memaksimalisasikan kewaspadaan. Para polisi tak mau kehilangan nyawa sia-sia juga.

Masuk akal kemudian kalau kondisi seperti ini menjadi sandungan bagi para motoris. Seorang motoris di Kabul, Abdul Sabour mengeluh. Pasalnya, setengah mati rasanya selama sejam dia tak bisa memarkir motornya. "Polisi yang berjaga di banyak tempat melarang saya memarkir motor,"keluhnya.

Sabour bilang kalau sebenarnya ia mengajak dua anaknya berbelanja ke sebuah pusat perbelanjaan di pusat kota Kabul. "Tapi, saya tetap kesulitan mendapat parkiran gara-gara polisi mengusir saya. Mungkin mereka pikir saya adalah pelaku bom bunuh diri," sindirnya.

Sabour melanjutkan, pernah pula dia diancam akan digemboskan ban sepeda motornya oleh polisi. "Soalnya, saya dianggap parkir terlalu lama di depan gedung pemerintah. Lagi-lagi, waktu saya tanya alasannya, polisi itu terkesan cemas , mengira saya pelaku bom bunuh diri,"tuturnya.

Lain lagi cerita Abdullah Khan, warga Kabul. Suatu ketika, dia mengantarkan putranya ke sebuah rumah sakit untuk menjalani vaksinasi. Ia memarkir mobilnya di jalan depan rumah sakit. Begitu kembali ke mobil usai anaknya divaksinasi, Khan menemukan kalau dua ban mobilnya sudah gembos alias tanpa angin. "Waktu saya tanya ke polisi, dia katakan kalau mobil saya dicurigai membawa bom, Polisi itu bilang kepada saya agar jangan parkir berlama-lama di gedung publik,"kata Khan.

Kabul memang minim lapangan parkir umum. Biasanya, warga yang hendak bertandang ke tempat-tempat umum memarkir kendaraan mereka langsung di depan toko, rumah sakit, sekolah, atau pusat perbelanjaan.     

 



Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Internasional
Virus Corona di Iran Menyebar Cepat, 54 Orang Meninggal

Virus Corona di Iran Menyebar Cepat, 54 Orang Meninggal

Internasional
Paus Fransiskus Muncul untuk Pertama Kalinya sejak Dikabarkan Sakit

Paus Fransiskus Muncul untuk Pertama Kalinya sejak Dikabarkan Sakit

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X