Kompas.com - 19/08/2013, 03:54 WIB
Seorang petugas rumah sakit memeriksa identitas para pendukung Muhammad Mursi yang tewas dalam bentrokan dengan militer Mesir di Kairo, Sabtu (27/7/2013). FLORIAN PLAUCHEUR / AFPSeorang petugas rumah sakit memeriksa identitas para pendukung Muhammad Mursi yang tewas dalam bentrokan dengan militer Mesir di Kairo, Sabtu (27/7/2013).
|
EditorPalupi Annisa Auliani
KAIRO, KOMPAS.com — Sekitar 38 anggota Ikhwanul Muslimin tewas di penjara Mesir, Minggu (18/8/2013). Pemerintah Mesir menyatakan setidaknya 830 orang tewas dalam "pembantaian" di Mesir sejak Rabu (14/8/2013). Hampir seluruh korban tewas adalah para demonstran pendukung Presiden terguling Mesir Muhammad Mursi.

Soal tewasnya 38 anggota Ikhwanul Muslimin di penjara, Kementerian Dalam Negeri Mesir berkilah mereka tewas setelah mencoba melarikan diri karena sebelumnya menyandera seorang perwira. Menurut pernyataan itu, para tahanan tersebut tewas "tercekik" gas air mata yang ditembakkan dalam upaya membebaskan perwira itu. Tiga sumber Reuters menyebutkan angka korban yang sama, 38 orang.

Versi lain disampaikan seorang sumber Reuters dari kalangan penegak hukum Mesir, para tahanan tersebut tewas karena sesak napas saat harus berdesakan di dalam van polisi yang membawa mereka ke penjara.

Dari 830 korban tewas berdasarkan versi Pemerintah Mesir, korban dari petugas keamanan tercatat 70 orang. Tragedi ini merupakan peristiwa politik paling berdarah di sejarah negara itu. Pembantaian bermula dari upaya paksa otoritas kemanan Mesir dengan dukungan kekuatan militer mengusir para demonstran yang terus menggelar aksi setelah Mursi yang terpilih sebagai Presiden dalam pemilu Juli 2012 digulingkan militer pada 3 Juli 2013.

Terpisah, Panglima Militer Mesir Jenderal Abdel Fattah Asisi menyerukan pada pendukung Mursi, "Ada ruang untuk semua orang Mesir." Namun dalam pemunculan publik pertamanya yang disiarkan langsung oleh televisi pemerintah, dia meminta pendukung Mursi meninjau ulang posisi nasional mereka. Asisi pun menyatakan kepada pendukung Mursi bahwa legitimasi adalah milik rakyat, diberikan kepada orang yang rakyat kehendaki, dan bisa dicabut kembali kapan pun rakyat inginkan.

Menyusul tragedi "Rabu berdarah", Kantor Berita MENA melaporkan 79 orang tewas dalam demonstrasi Sabtu (17/8/2013) dan 549 orang terluka. Sebelumnya, dikabarkan hanya satu orang tewas dalam unjuk rasa Sabtu yang disambut dengan tembakan penembak jitu militer Mesir.

Pembantaian oleh militer Mesir ini mengundang kritik keras, bahkan dari sekutu militer Mesir, Amerika Serikat dan Uni Eropa. Meski demikian Amerika tetap tak pernah menyebut tindakan militer menggulingkan Mursi sebagai kudeta. Sementara itu, negara-negara kaya di Timur Tengah, termasuk Arab Saudi, menyatakan dukungan terhadap Pemerintah Mesir, dengan dugaan mereka khawatir kemenangan kubu Mursi akan membawa kebangkitan gerakan Islam sampai ke negaranya.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Baca tentang


Sumber Reuters
Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X