Salin Artikel

9 Kisah Ramalan Sejarah dari Kerajaan China Kuno hingga Napoleon III

KOMPAS.com - Lebih dari 2000 tahun yang lalu sebelum ilmu astrologi dimulai di dunia barat, beberapa kisah ramalan sejarah telah bermunculan dari berbagai belahan dunia.

Apa sajakah itu? Berikut Kompas.com merangkum 9 kisah tentang ramalan sejarah yang dilansir dari LiveScience:

1. Ramalan Wu Ding: akan ada bencana

Sekitar 3.200 tahun yang lalu seorang raja China kuno pertama bernama Wu Ding meramal dengan retakan yang muncul pada tulang binatang, bahwa kerajaannya sendiri akan mengalami "malapetaka".

Ketika prediksinya menjadi kenyataan, dia menuliskan catatan yang diukir pada sepotong tulang belikat binatang ternak itu.

Hari ini tulang yang digunakan untuk meramal itu adalah salah satu dari sekitar 150.000 contoh dari apa yang kita sebut tulang orakel.

Pada saat itu diharapkan di Dinasti Shang China bahwa penguasa harus dapat memprediksi masa depan.

Mereka meramal dengan menganalisis retakan yang muncul dari tulang tulang belikat atau cangkang bawah kura-kura yang ditusuk dengan menggunakan jarum yang dipanaskan.

Kemudian, isi ramalannya dicatatkan di atas tulang orakel tersebut.

2. Ramalan Antiokhos VIII: raja besar

Pada 121 SM, Antiokhos VIII menjadi penguasa tunggal Kekaisaran Seleukia setelah membunuh ibunya sendiri, Cleopatra Thea.

Cleopatra Thea adalah sosok dominan yang berbagi takhta dengan raja dan sebelumnya telah membunuh saudaranya.

Kekaisaran Seleukia berbasis di Antiokhia, di tenggara Turki, dan telah mengalami kemunduran selama beberapa waktu.

Menjelang awal pemerintahan raja, Antiokhos VIII mencetak koin penuh teka-teki dengan Zeus memegang tongkat kerajaan di tangan kirinya dan sosok seperti bintang melayang di atas kanannya.

Penelitian modern oleh Robert Weir, seorang profesor di Universitas Windsor di Kanada, menunjukkan bahwa bintang tersebut merujuk Jupiter. Kemudian, koin mewakili waktu pada 17 Januari 121 SM, ketika bumi terhalang oleh bulan.

Gambar koin itu dikatakan adalah ramalan tentang Antiokhos VIII, karena muncul sesaat sebelum Antiokhos membuat keputusan untuk membunuh ibunya dan mengambil alih tahta.

Penelitian Weir menunjukkan bahwa okultasi ini mungkin telah ditafsirkan sebagai pertanda baik bagi Antiokhus.

"Ini berarti bahwa mungkin ada raja besar yang akan datang, atau dilahirkan di Suriah," katanya dalam sebuah wawancara pada 2002 dengan situs web Unreported Heritage News.

3. Ramalan Croesus: dia akan menghancurkan kerajaan besar

Croesus adalah raja Lydia, sebuah kerajaan kaya yang terletak di Turki modern yang merupakan yang pertama di dunia yang mencetak koin. Ia memerintah lebih dari 2.500 tahun yang lalu.

Suatu ketika kerajaan yang kaya emas ini menghadapi situasi politik yang genting. Di timur, Persia di bawah Cyrus Agung tumbuh dalam kekuasaan, merebut wilayah di seluruh Timur Tengah.

Melihat Cyrus Agung yang agresif, Croesus memutuskan untuk mengambil inisiatif dan menyerang Persia terlebih dahulu.

Menurut cerita sejarah, Croesus berkonsultasi dengan Orakel Delphi di Delphi (Pythia), dan bertanya apakah penyerangan itu ide yang bagus? Orakel menjawab bahwa jika raja pergi berperang, "dia akan menghancurkan sebuah kerajaan besar".

Ramalan itu terjadi, perang berakhir dengan bencana. Pertempuran yang terjadi di Sungai Halys berakhir dengan jalan buntu dan musim dingin pun tiba.

Croesus memutuskan untuk membubarkan pasukannya, berharap Persia melakukan hal yang sama.

Namun, Cyrus tidak melakukannya. Sebaliknya, dia mengejar Raja Lydia, menangkapnya di Sardis. Sebuah kerajaan besar telah dihancurkan, yaitu kerajaan Croesus.

4. Ramalan Daniel: bangkitnya Alexander Agung

Daniel adalah seorang pemuda Yahudi yang dikirim ke pengasingan di Babilonia pada masa Raja Nebukadnezar II pada abad ke-6 SM.

Daniel disebutkan memiliki kitab ramalan, bagian dari Alkitab Ibrani. Di dalam salah satu ceritanya disebutkan bahwa Babilonia akan tetap dikendalikan oleh Persia sampai seorang raja dari Yunani datang menaklukkan mereka.

Ramalan itu mengarah pada kemunculan Alexander Agung yang berhasil mengalahkan Persia.

"Saya katakan yang sebenarnya: Tiga raja lagi akan muncul di Persia, dan kemudian yang keempat, yang akan jauh lebih kaya dari pada yang lain. Ketika dia telah memperoleh kekuasaan dengan kekayaannya, dia akan menggerakkan semua orang dari Yunani melawan kerajaan."

"Kemudian seorang raja yang perkasa akan muncul, yang akan memerintah dengan kekuatan besar dan melakukan apa yang dia inginkan. Setelah dia bangkit, kerajaannya akan dipecah dan dibagi-bagi ke empat mata angin surga..." (Dari Daniel 11:2, Versi Internasional Baru).

Kisah ini dikutip oleh para sarjana Alkitab yang berpendapat bahwa Kitab Daniel pasti ditulis beberapa saat setelah kematian Alexander Agung pada 323 SM.

5. Ramalan Julius Caesar: Ides of March

Menurut penulis kuno Suetonius, Julius Caesar diperingatkan oleh seorang peramal bernama Spurinna bahwa kematiannya akan datang selambat-lambatnya pada Ides of March, tanggal 15 setiap bulan. Caesar memilih untuk mengabaikan ramalan itu.

"Dia memasuki ruang Senat, mengabaikan keraguan agama dan mengejek Spurinna karena membuat prediksi palsu, karena Ides of March telah datang dan tidak membawa bahaya," tulis Suetonius dalam "Lives of the Caesars" (Oxford University Press, 2001).

"Namun, Spurinna menjawab bahwa meskipun (Ides of March) telah berlalu, tanggal itu (Ides of March) belum pergi."

Benar saja ramalan itu karena pada Ides of March, tepatnya pada 15 Maret 44 SM, Julius Caesar dibunuh oleh sekelompok Senator Romawi.

6. Ramalan Aelius Hadrianus: Hadrian menjadi kaisar

Hadrian adalah putra angkat Trajan, seorang Kaisar Romawi, dan menggantikan Trajan setelah kematiannya pada 117 M.

Menurut seorang penulis kuno bernama Aelius Spartianus, kenaikan takhta Hadrian telah diramalkan oleh kakek kandungnya, Aelius Hadrianus Marullinus, seorang peramal yang dikutip dalam manuskrip sebagai "paman buyutnya."

Setelah Hadrian diadopsi oleh Trajan, "dia mendengar dari seorang peramal ramalan yang sama tentang kekuatan masa depan Hadrian, seperti yang telah dia ketahui dari paman buyutnya, Aelius Hadrianus, seorang ahli astrologi," tulis Spartianus.

Hadrian akan terus mengkonsolidasikan kekaisaran, memperkuat perbatasannya dan mengambil kembali wilayah yang ditaklukkan di Mesopotamia dan Skotlandia.

7. Ramalan Nostradamus: kematian Henry II

Nostradamus, apoteker abad ke-16, sangat mungkin adalah peramal paling terkenal di Barat.

Diceritakan bahwa quatrain (sajak) karyanya berisi ramalan untuk berbagai peristiwa sejarah, termasuk Kebakaran Besar London dan kebangkitan Adolf Hitler.

Orang-orang yang skeptis mengatakan bahwa ketidakjelasan prediksinya membuatnya mudah untuk menyesuaikan segala momen yang berbeda dalam sejarah.

Salah satu quatrainnya yang paling terkenal dikatakan telah meramalkan kematian Raja Henry II dari Perancis dalam sebuah turnamen jousting.

8. Ramalan Tecumseh: gempa pada 1811

Tecumseh adalah seorang pemimpin, pejuang, dan tokoh spiritual Shawnee (penduduk asli Amerika yang berbahasa Algonquian) yang berkeliling Amerika Serikat bagian tengah.

Ia mencoba meyakinkan penduduk asli Amerika untuk menolak upaya pemukim Amerika untuk melanggar batas tanah mereka.

Menurut legenda, dia memberikan pidato di Tuckabatchee, sebuah pemukiman Creek di Alabama, di mana dia meramalkan gempa bumi besar akan segera melanda daerah itu.

"Anda tidak percaya Roh Agung telah mengutus saya. Anda akan tahu. Saya langsung meninggalkan Tuckabatchee, dan akan langsung menuju Detroit. Ketika saya tiba di sana, saya akan menginjak tanah dengan kaki saya dan mengguncang setiap rumah di Tuckabatchee."

Ramalan itu menjadi kenyataan, dan pada 16 Desember 1811 sebuah gempa besar yang berpusat di New Madrid Missouri mengguncang Amerika Serikat, dengan kerusakan yang terjadi di seluruh negeri muda itu.

9. Ramalan Baha'u'lla: kehancuran Napoleon III

Keyakinan Baha'i didirikan pada abad ke-19 oleh Baha'u'lla, seorang Persia yang diyakini penganutnya sebagai utusan dewa.

Baha'i adalah keyakinan monoteistik yang menekankan pada kesatuan spiritual bagi seluruh umat manusia. Keyakinan ini lahir di Persia pada 1863.

Pada 1869, dengan Kaisar Perancis Napoleon III bersiap untuk berperang dengan Prusia, Baha'u'lla menuliskan surat kepada kaisar tentang ramalannya bahwa keinginan kaisar untuk berperang akan menjadi kehancurannya.

"Untuk apa yang telah kamu lakukan, kerajaanmu akan dilemparkan ke dalam kebingungan, dan kerajaanmu akan hilang dari tanganmu, sebagai hukuman atas apa yang telah kamu lakukan. Maka, apakah kamu akan tahu bagaimana kamu telah dengan jelas keliru..."

Ramalannya benar, Napoleon III dikalahkan dan ditangkap pada Pertempuran Sedan pada 1 September 1870. Kemudian pada 28 Januari 1871, Paris jatuh setelah pengepungan selama 5 bulan.

Dalam penyelesaian berikutnya, Perancis harus menyerahkan wilayah Alsace-Lorraine kepada Jerman yang baru bersatu, dan saat itulah kekuasaan Napoleon III berakhir.

https://internasional.kompas.com/read/2021/09/26/190023170/9-kisah-ramalan-sejarah-dari-kerajaan-china-kuno-hingga-napoleon-iii

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.