Salin Artikel

Tragedi Serangan 11 September 2001 dalam Ringakasan Fakta-fakta Singkatnya

KOMPAScom - Tak lekang dalam ingatan 20 tahun lalu, serangan 11 September 2001 terjadi. Empat pesawat menghantam menara kembar di World Trade Center, New York City, dan di Pentagon di luar Washington DC, serta lapangan Pennsylvania. Ribuan orang jadi korban.

Berikut Kompas.com merangkum fakta dari tragedi 9/11, melansir CNN:

Pembajak pesawat

Tragedi 9/11 dilakukan oleh 19 orang yang membajak 4 pesawat komersial AS bermuatan bahan bakar menuju tujuan pantai barat, New York City, Washington DC, di luar Shanksville, Pennsylvania.

Serangan itu didalangi oleh pemimpin Al-Qaeda Osama bin Laden.

Korban

Sebanyak 2.753 orang tewas di World Trade Center (WTC) di Lower Manhattan, ketika American Airlines Flight 11 dan United Airlines Flight 175 dibajak secara sengaja untuk menabrak Menara Utara dan Selatan.

Para korban berusia antara 2 hingga 85 tahun. Sekitar 75-80 persen korban adalah laki-laki.

Sebanyak 184 orang tewas di Pentagon di Washington, ketika American Airlines Flight 77 yang dibajak menabrak gedung.

Lalu di dekat Shanksville, Pennsylvania, 40 orang tewas saat pesawat United Airlines Flight 93 menabrak sebuah lapangan. Mereka yang tewas adalah penumpang dan awak pesawat.

Diyakini bahwa para pembajak menabrakkan pesawat di lokasi itu, setelah penumpang dan awak berusaha untuk merebut kembali kendali dek penerbangan.

Hingga Oktober 2019, 1.645 (60 persen) dari 2.753 jenazah korban WTC telah teridentifikasi positif, menurut kantor pemeriksa medis.

Garis waktu

08.46: American Airlines Flight 11 (bepergian dari Boston ke Los Angeles) menyerang Menara Utara World Trade Center di New York City.

09.03: United Airlines Flight 175 (bepergian dari Boston ke Los Angeles) menabrak Menara Selatan World Trade Center di New York City.

09:37: American Airlines Flight 77 (bepergian dari Dulles, Virginia, ke Los Angeles) menyerang Gedung Pentagon di Washington.

09:59: Menara Selatan WTC runtuh dalam waktu sekitar 10 detik.

10:03: United Airlines Flight 93 (bepergian dari Newark, New Jersey, ke San Francisco) jatuh di sebuah lapangan dekat Shanksville, Pennsylvania.

10:28: Menara Utara WTC runtuh. Waktu antara serangan pertama dan runtuhnya kedua Menara World Trade Center adalah 102 menit.

13 Desember 2001: Pemerintah AS merilis rekaman, di mana Osama bin Laden bertanggung jawab atas serangan tersebut.

18 Desember 2001: Kongres menyetujui tindakan untuk mengizinkan presiden menetapkan 11 September sebagai "Hari Patriot" pada setiap peringatan serangan.

Desember 2001-15 Juni 2004: Dana Kompensasi Korban asli memproses klaim kematian dan cedera dari keluarga dan kerabat korban 11 September.

Keluarga dari mereka yang terbunuh memiliki waktu hingga 22 Desember 2003, untuk mengajukan kompensasi. Dana tersebut dibuka kembali pada 2011.

24 Mei 2007: Kepala Pemeriksa Medis Kota New York, Dr Charles S Hirsch, memutuskan bahwa kematian Felicia Dunn-Jones pada 2002, akibat paparan debu, terkait langsung dengan serangan 9/11.

19 Juli 2007: Kantor Pemeriksa Medis New York mengumumkan bahwa sisa-sisa 3 orang lagi telah diidentifikasi secara positif. Ada 1.133 korban, 41 persen dari total, masih belum teridentifikasi.

Januari 2009: Kantor pemeriksa medis menetapkan bahwa Leon Heyward, yang meninggal pada tahun sebelumnya karena penyakit limfoma dan paru-paru, adalah korban serangan 9/11, karena ia terperangkap dalam awan debu beracun tepat setelah menara runtuh.

2 Januari 2011: Presiden Barack Obama menandatangani James Zadroga 9/11 Health and Compensation Act 2010, membuka kembali dan memperluas cakupan Victim Compensation Fund.

17 Juni 2011: Pemeriksa medis New York menetapkan bahwa kematian Jerry Borg pada 15 Desember 2010, adalah akibat menghirup zat beracun dari awan debu yang dihasilkan oleh runtuhnya menara kembar.

10 Mei 2014: Jenazah tak dikenal dari mereka yang tewas dalam serangan 11 September dikembalikan ke situs World Trade Center, di mana mereka akan disimpan di gudang di bawah yurisdiksi Kantor Kepala Pemeriksa Medis Kota New York.

7 Agustus 2017: Kantor pemeriksa medis Kota New York mengumumkan bahwa jenazah seorang pria yang terbunuh di World Trade Center diidentifikasi secara positif karena tersedianya tes DNA yang lebih canggih.

2019: Jenazah 3 korban diidentifikasi oleh kantor pemeriksa medis Kota New York melalui tes DNA.

Dana kompensasi korban serangan 11 September

Dana asli beroperasi dari Desember 2001 hingga Juni 2004.

Dana Kompensasi Korban awal menerima 7.408 aplikasi untuk klaim kematian dan klaim cedera pribadi.

Dana tersebut memberikan penghargaan dalam 5.560 kasus serangan.

Dana yang dibuka kembali dan diperluas telah beroperasi sejak 2 Januari 2011. Informasi tentang total penghargaan diperbarui secara berkala.

Keluarga yang setuju untuk mendapatkan kompensasi dari dana federal setuju untuk tidak menuntut maskapai.

Dampak ekonomi

Sebesar 500,000 dollar AS (Rp 7,1 miliar), perkiraan jumlah uang yang dibutuhkan untuk merencanakan dan mengeksekusi serangan 9/11.

Sebesar 123 miliar dollar AS (Rp 1.700 triliun ), perkiraan kerugian ekonomi selama 2-4 pekan pertama setelah menara World Trade Center runtuh di New York City, serta penurunan perjalanan penerbangan selama beberapa tahun ke depan.

Sebesar 60 miliar dollar AS (Rp 855,8 triliun), perkiraan biaya kerusakan situs WTC, termasuk kerusakan pada bangunan, infrastruktur, dan fasilitas kereta bawah tanah di sekitarnya.

Sebesar 40 miliar dollar AS (Rp 570,5 triliun), nilai paket darurat anti-terorisme yang disetujui oleh Kongres AS pada 14 September 2001.

Sebesar 15 miliar dollar AS (Rp 213,9 triliun), paket bantuan disahkan oleh Kongres untuk menyelamatkan maskapai penerbangan.

Sebesar 9,3 miliar dollar AS (Rp 132,6 triliun), klaim asuransi yang timbul dari serangan 9/11.

Pembersihan di Ground Zero

Pada 30 Mei 2002, pembersihan di Ground Zero, World Trade Center, New York resmi berakhir. Butuh 3,1 juta jam kerja untuk membersihkan 1,8 juta ton puing serangan 11 September.

Total biaya pembersihan adalah 750 juta dollar AS (Rp 10,7 triliun).

Keamanan dalam negeri

The Department of Homeland Security diciptakan dalam menanggapi serangan 11 September.

Ini menggabungkan 22 lembaga pemerintah menjadi satu, termasuk Layanan Bea Cukai, Layanan Imigrasi dan Naturalisasi, Penjaga Pantai AS, dan Badan Manajemen Darurat Federal.

Melalui Inisiatif Keamanan Peti Kemas, lebih dari 80 persen kargo peti kemas maritim yang diimpor telah disaring terlebih dahulu sebelum memasuki AS.

Pada 12 Maret 2002, The Homeland Security Sistem Advisory diperkenalkan. Kemduian, pada 20 April 2011, Sistem Penasihat Terorisme Nasional (NTAS) menggantikan Sistem Penasihat Keamanan Dalam Negeri (HSAS) berkode warna.

https://internasional.kompas.com/read/2021/09/11/130335870/tragedi-serangan-11-september-2001-dalam-ringakasan-fakta-fakta

26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.