Salin Artikel

Lawan Taliban dengan Palu: Kisah Pasukan SAS Inggris di Afghanistan

Udara pun pengap. Terhalang tembok padat yang melingkar di sekelilingnya. Seorang pria berusia 29 tahun, terjebak di dalamnya. Pria yang tak diketahui namanya ini, bukan anak muda biasa.

Pangkatnya pun tidak main-main: Sersan di Special Air Force (SAS), pasukan elite yang dipunyai Kerajaan Inggris.

Antara hidup dan mati, sersan itu harus secepatnya melarikan diri dalam kondisi kalut ini. Ada apa gerangan?

Kalau pasukan SAS berada di Afghanistan, itu berarti mereka sedang memburu Taliban.

Dan, sersan SAS itu sedang dikepung salah satu kelompok teroris paling berbahaya di dunia. Sendirian. Di dalam terowongan.

Apakah dia berhasil melarikan diri dengan selamat?

Sebelum malam mengancam itu terjadi, pasukan komando yang terlibat dalam operasi berhasil menghancurkan pangkalan Taliban.

Tapi, beberapa anggota Taliban, termasuk seorang komandan senior yang bernilai tinggi, melarikan diri ke kompleks terowongan bawah tanah.

Terowongan pun menjadi penuh ancaman. Membuat tak ada satu pun pasukan komando gabungan yang mau memasukinya.

Sersan muda ini, yang mengabdikan dirinya pada SAS, tanpa berpikir panjang langsung memasuki terowongan.

Dia merangkak dalam terowongan sempit. Otomatis tak bisa memakai senjata laras panjang. Ia hanya bisa mengambil pistol Glock berukuran 9mm miliknya.

30 menit berlalu. Perjalanan hidup dan mati. Terowongan semakin dalam. Dia hanya mengandalkan suara, penciuman, dan sentuhan untuk melacak para teroris yang tersisa.

Udara semakin sesak saat sejumlah teroris menunjukkan dirinya. Glock berfungsi dengan baik. Beberapa tembakan meletus. Tiga Taliban langsung terbunuh.

Ternyata, masih tersisa tiga teroris lagi. Dan keadaan semakin memburuk. Pistol tiba-tiba macet. Tak bisa dipakai.

Lantas, pertempuran jarak dekat ala "Viet Cong" dengan kondisi gelap gulita pun dimulai. Palu cakar dikeluarkan sang sersan, dan langsung membabat habis teroris yang tersisa.

Total enam teroris terbunuh di lingkungan yang gelap gulita dan menyesakkan. Di tangan satu orang.

Dilansir Military Times, prajurit yang tak disebutkan namanya itu adalah seorang veteran perang Irak. 30 menit berada dalam terowongan itu dianggapnya jadi hal paling sulit sepanjang karir militernya.

Bahkan, selama satu jam pasca-keluar gua, prajurit itu tidak dapat berbicara.

Terowongan bawah tanah dengan lebar kurang dari 2 kaki dan tinggi 4 kaki ini jadi saksi betapa menyeramkannya pertempuran antara pasukan SAS dan Taliban.

Antara hidup dan mati. Membunuh atau dibunuh.

https://internasional.kompas.com/read/2021/06/15/152128270/lawan-taliban-dengan-palu-kisah-pasukan-sas-inggris-di-afghanistan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.