Salin Artikel

Kasus Ethiopian Airlines Jatuh, Jam Terbang Kedua Pilot "Jomplang"

Ini adalah insiden kedua yang menimpa pesawat tipe Boeing 737 MAX 8 setelah maskapai Lion Air dengan nomor penerbangan JT 610 yang jatuh pada 29 Oktober 2018.

Insiden itu membuat saham Boeing menurun lima persen pada Senin (11/3/2019), dan membuat sejumlah negara seperti China dan Indonesia mengandangkan 737 MAX 8.

Sejumlah analis maupun pakar keselamatan berkata, belum ada bukti yang menyatakan masalah sebenarnya insiden itu pada pesawat Boeing 737 MAX 8.

"Saat ini, fakta yang ada tidak cukup untuk mengandangkan pesawat itu," terang anggota Dewan Keaelamatan Transportasi AS John Goglia kepada Forbes.

Penyelidik memang belum mengumumkan hasil investigasi mereka. Namun pakar mulai menduga masa pelatihan dan pengalaman pilot juga memberi pengaruh terhadap insiden itu.

Dilansir New York Times, pakar cukup terkejut ketika mengetahui pengalaman maupun jam terbang dua pilot yang bertugas di ET 302 itu sangatlah timpang.

Ethiopian Airlines menyatakan, kopilot Ahmed Nur Mohammad Nur hanya mempunyai 200 jam terbang. Bandingkan dengan standar AS yang menetapkan 1.500 jam terbang untuk jadi kopilot.

Sementara sang kapten Yared Getachew, menurut penuturan salah seorang kerabat, merupakan pilot termuda yang memimpin jenis 737.

Menurut Ethiopian Airlines, pilot berusia 29 tahun tersebut mempunyai jam terbang lebih dari 8.000. Sebuah angka yang wajar untuk pilot seusianya.

Goglia dan mantan pilot sekaligus penyelidik kecelakaan Keith Mackey berujar, pilot terlatih bisa mengenali peringatan baik secara visual maupun lewat pendengaran.

"Pastinya kita bertanya bagaimana pelatihan mereka, dan menjadi salah satu faktor lain selain adanya problem di pesawat," terang mereka.

Di negara berkembang dengan jumlah militer maupun sektor penerbangan swasta lebih kecil, pilot dengan jam terbang kecil bisa dipercaya menangani pesawat besar.

Mackey melanjutkan, faktor itu juga berpengaruh terhadap jumlah mekanik terlatih yang berimbas kepada isu pemeliharaan secara sistematis.

Analis Teal Group Richard Aboulafia menuturkan, pengiriman 737 MAX 8 tidak akan ditunda kecuali banyak maskapai lain yang melarang pesawat tersebut beroperasi.

https://internasional.kompas.com/read/2019/03/12/18455471/kasus-ethiopian-airlines-jatuh-jam-terbang-kedua-pilot-jomplang

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.