Salin Artikel

Kuburan Massal Anak Terbesar dari Abad 15 Ungkap Sejarah Kelam di Peru

Area tersebut telah menjadi situs Warisan Dunia UNESCO. Dulunya, ada kerajaan kuno yang menguasai wilayah sepanjang 965 km sepanjang pasifik, sebelum munculnya kerajaan Inca.

Kuburan massal yang terdiri dari 140 anak laki-laki dan perempuan berusia 5-14 tahun itu ternyata mengungkap masa lalu kelam Peru di abad 15.

Situs itu juga melebihi jumlah satu-satunya pengorbanan massal sebanyak 42 anak-anak di Mexia Templo Mayor, Meksiko Tengah.

Peneliti meyakini, mereka dan hewan llama dibantai sabangai bentuk pengorbanan setelah terjadinya bencana dahsyat El Nino yang menyebabkan banjir besar dan badai.

Bahkan, jantung mereka diambil selama proses ritual yang mengerikan itu.

"Situs ini membuka bab baru tentang praktik pengorbanan anak di masa kuno," kata profesor antrolopologi Tulane University, John Verano.

"Penemuan arkelogis ini merupakan kejutan bagi kita semua. Belum pernah ada catatan sejarah tentang pengorbanan atau hewan dalam skala seperti itu di pesisir peru," ujarnya.

Dalam jurnal PLOS One yang terbit pada pekan lalu menyebutkan, tes anatomi dan genetik menunjukkan anak-anak dan Ilama tewas dengan bagian dada yang terbuka agar jantung mereka bisa diambil.

Chimu merupakan perpaduan dari budaya pra-Inca yang muncul dari sisa-sia budaya Moche di sepanjang pantai peru pada 900 SM.

Penduduk Chimu tinggal di sebidang padang pasir antara Pasifik dan Andes, mengembangkan peradaban kompleks dengan berbagai tingkatan hierarki sosial.

Didominasi dengan pertanian, mereka dikenal karena tekstil dan tembikar yang luar biasa.

Sekitar 1470 M, penguasa Inka Tupac Inca Yupanqui menaklukkan Chimu. Suku Inka kemudian menyerap banyak praktik mereka, termasuk organisasi politik, sistem irigasi, dan rekayasa jalan.

Namun, pemerintahan Yupanqui berumur pendek karena Spanyol menaklukkan wilayah tersebut pada 1534.

Pengorbanan manusia dan hewan memang dikenal dalam berbagai budaya kuno dan sering dilakukan dalam ritual penguburan, arsitektur, atau spiritual.

Suku Inca juga mempraktikkan pengorbanan manusia semacam itu atau disebut capacocha. Anak yang sangat cantik dan sehat dikorbankan dengan membiarkan mereka mati membeku di gunung.

Capacocha menjadi ritual yang paling sering terjadi setelah kematian seorang raja Inca. Para penguasa diharuskan memilih anak-anak yang dianggap tidak bercela karena mewakili impian kesempurnaan manusia.

https://internasional.kompas.com/read/2019/03/10/13410401/kuburan-massal-anak-terbesar-dari-abad-15-ungkap-sejarah-kelam-di-peru

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.