Salin Artikel

Biografi Tokoh Dunia: Erno Rubik, Profesor Pencipta Teka-teki Kubus

Mainan paling populer sepanjang masa ini diciptakan oleh seorang profesor muda asal Hongaria, Erno Rubik. Dari namanya saja tercermin siapa penemu mainan rubik.

Dalam upaya menantang murid-muridnya, dia merancang sebuah kubus padat yang bisa diputar-diputar dan tidak berantakan.

Permainan ini menguji kemampuan otak untuk menyamakan setiap warna pada masing-masing sisi kubus.

Lalu, seperti bagaimana penemu rubik menciptakan mainan yang menghibur dunia melalui kubus kecilnya?

Kehidupan awal

Erno Rubik lahir pada 13 Juli 1944 di Budapest, Hongaria. Dia berasal dari keluarga terdidik, dengan ayahnya yang berprofesi sebagai insinyur pesawat terbang dan ibunya seorang penyair.

Sebagai insinyur penerbangan, ayahnya mendapat reputasi internasional atas keterampilannya.

Dari situlah Rubik mengambil nilai positif yang ditanamkan oleh ayahnya, yaitu sikap pantang menyerah bahkan jika itu berarti meraih sesuatu dengan tangan sendiri.

Pada 1958, dia mulai mempelajari seni pahat di sekolah seni, dan lulus empat tahun kemudian. Dia melanjutkan studinya di Universitas Teknologi Budapest, jurusan arsitektur.

Setelah lulus, dia bekerja sebagai arsitek antara 1971 hingga 1975. Selanjutnya, dia menjadi profesor desain interior di almamaternya.

Teka-teki tiga dimensi

Semasa mengajar sebagai profesor, dia mulai membuat desain teka-teki tiga dimesi yang kemudian dikenal sebagai kubus Rubik.

Dia tidak menciptakan kubus tersebut sebagai mainan yang bakal laris terjual, tapi dia justru mengembangkan minat terhadap aspek desain strukturalnya.

Dalam wawancara dengan CNN, dia mengungkapkan tujuan utama penciptaan kubus yakni menyodorkan masalah desain geometri tiga dimensi yang menarik kepada murid-muridnya.

Kubus Rubik terdiri dari 26 kubus kecil yang bergabung menjadi satu kubus besar dengan 6 sisi, masing-masing sisi memiliki sembilan kotak.

Setiap lapisan dapat berputar dan tumpang tindih dengan lapisan lainnya.

Setiap tiga kotak dalam satu baris dapat bergabung dengan lapisan baru dengan diputar secara horisontal atau vertikal, tetapi tidak secara diagonal.

Teka-teki dari permainan rubik ini harus dipecahkan agar setiap sisi dari kubus rubik memiliki warna yang sama.

Pada 1974, dia menyelesaikan beberapa model teka-teki kubus pertamanya. Dia menyadari dengan memutar acak kubus-kubus itu, dia tidak akan pernah bisa mengembalikan ke bentuk awal sehingga mencoba mencari solusi yang logis.

Selanjutnya, Rubik mengajukan permohonan untuk mematenkan temuannya. Pada 1975, otoritas panten Hongaria mengabulkan permintaannya.

Miliarder di negara komunis

Dia berjuang untuk memproduksi kubus Rubik di tengah perekonomian Hongaria yang anjlok. Akhirnya, sebuah perusahaan kecil memproduksi mainannya dan dijual dengan harga terjangkau di seluruh negeri.

Saat itu, mainan tersebut memiliki nama "The Magic Cube". Permainan ini berikutnya dibeli oleh Perusahaan Ideal Toy kendati hanya terjual sedikit.

Seorang pengusaha dan ahli matematika Tibor Laczi mengetahui mainan ini dan memperoleh hak untuk menjualnya.

Laczi memperagakan kubus Rubik di pameran mainan Nuremberg dan membuat ahli mainan asal Inggris bernama Tom Kremer terkesan. Kremer memesan satu juta kubus Rubik dari Toy Ideal.

Mainan kubus tersebut lantas meraih pengakuan internasional. Seiring dengan itu, sang penemunya mejadi terkenal dan sukses. Rubik menjadi miliarder atas usaha sendiri yang pertama dari negara blok komunis.

Orang-orang membentuk klub untuk bermain bersama dan memecahkan teka-teki rubik.

Seorang siswa SMA berusia 16 tahun dari Los Angeles, Amerika Serikat, bahkan memenangkan kejuaraan dunia memecahkan kubus rubik yang diadakan di Budapest pada 1982.

Dia mampu menyelesaikan permainan itu hanya dalam waktu 22,95 detik. Para ahli dapat merampungkan kubus rubik dalam 24-28 langkah.

Kubus Rubik menjelma menjadi ikon permainan pada era 1980-an dan diproduksi serta dijual ke seluruh dunia hingga saat ini.

Erno Rubik mendirikan yayasan untuk membantu calon penemu muda di Hongaria.

Selain Rubik's Cube, dia juga memproduksi mainan serupa seperti Rubik's Snake, Rubik's Magic, dan Rubik's 360.

Pada 2009, dia menerima penghargaan dari Uni Eropa sebagai Ambassador of the Year of Creativity and Innovation.

Pada 2014, dia dinobatkan sebagai Honorary Citizen of Budapest. Meski telah menerima sejumlah penghargaan ilmiah dan bergengsi lainnya, gelar ini menjadi sangat berarti bagi Rubik.

Berbicara tentang kehidupan pribadinya, dia menikah dengan Agnes Hegely dan memiliki empat anak bernama Agens, Anna, Erno Jr, dan Szonja.

Jarang tampil publik

Dia jarang membuat penampilan publik atau wawancara dengan media. Dia lebih suka menjalani hobinya, yaitu membaca dan berkebun.

Kini, Rubik telah memasuki usia 74 tahun. Orang selalu menganggapnya sebagai penemu mainan terlaris sepanjang masa.

https://internasional.kompas.com/read/2018/07/13/17345141/biografi-tokoh-dunia-erno-rubik-profesor-pencipta-teka-teki-kubus

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.