Salin Artikel

Apa Kata Rakyat Palestina di Yerusalem?

Namun, bagi penduduk Palestina yang tinggal di Yerusalem, mereka tidak terkejut dengan pernyataan Trump.

Warga Palestina yang bermukim di Yerusalem Timur berkata, mereka sudah paham bahwa nasib mereka sudah ditentukan oleh pihak asing.

Sementara yang lain memilih menyalahkan Pemerintahan Palestina yang tidak mampu memperjuangkan Yerusalem.

Inilah pendapat beberapa orang seperti dilaporkan Al Jazeera Rabu (6/12/2017):

  • Thaer Mitwali, 30 tahun, Mahasiswa Jurusan Film

Mitwali menyatakan, sejak awal Pemerintahan Palestina tidak memperjuangkan Yerusalem, baik secara finansial, kebudayaan, maupun sektor pendidikan.

"Problemnya terletak pada para politisi yang mengabaikan Yerusalem. Bagi mereka, ibu kota hanyalah Ramallah.

  • Rania Elias, Direktur Pusat Kebudayaan Yabous

Elias mengaku terkejut karena dunia mengutuk pernyataan Trump.

Sejak awal, menurut Elias, AS tidak pernah menempatkan utusan untuk mengupayakan perdamaian di Yerusalem.

"Para pemimpin Palestina harus mempererat persatuan dan bergerak maju," tegas Elias.

Caranya, Palestina harus menghentikan hubungan baik dengan AS maupun Israel.

Elias berharap negara-negara Arab bersedia membantu. Selain itu, dia juga mengajukan solusi agar Palestina bisa mendekati Rusia dan China.

  • Imad Muna, 50 tahun, Pemilik Toko Buku dan Kafe

Muna berujar, jika Trump menyatakan bahwa Yerusalem Barat adalah ibu kota Israel, maka dia akan diam.

"Masalahnya, Trump mengakui keseluruhan Yerusalem sebagai ibu kota Israel. Jelas pernyataan ini menjadi masalah," tegas Muna.

Dia percaya, sebuah tindakan harus dilakukan pemerintah dan rakyat Palestina untuk menyikapi isu yang sangat serius ini.

  • Husam Ghosheh, 28 tahun, Pekerja Teater

AS, dalam kaca mata Ghosheh, sudah tidak lagi berperan penting dalam perdamaian dunia. "Lebih tepat jika mereka disebut musuh," kecamnya.

Hal terakhir yang bisa dilakukan oleh komunitas internasional adalah menyatakan protes terhadap AS di seluruh kedutaan besarnya.

  • Shahd Yasin, 28 tahun, Koordinator Teater Ishtar

Dia tidak terkejut dengan ucapan presiden 71 tahun tersebut.

"Biarkan AS berkata seperti yang mereka inginkan. Sejauh yang saya pahami, Yerusalem adalah milik Palestina, dan seterusnya begitu," ujar Yasin.

https://internasional.kompas.com/read/2017/12/07/14191871/apa-kata-rakyat-palestina-di-yerusalem

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.