Guam, Pulau Kecil dalam Bidikan Nuklir Korut, Ada Apa di Sana? - Kompas.com

Guam, Pulau Kecil dalam Bidikan Nuklir Korut, Ada Apa di Sana?

Kompas.com - 09/08/2017, 21:52 WIB
Sistem pertahanan rudal tercanggih, Terminal High Altitude Area Defense (THAAD)Dephan AS/Reuters Sistem pertahanan rudal tercanggih, Terminal High Altitude Area Defense (THAAD)

GUAM, KOMPAS.com - Korea Utara ( Korut) telah mengumbar dan bersumpah bakal melumat Guam, sebuah pulau di Samudera Pasifik, yang menjadi salah satu basis kekuatan militer AS.

Meski berukuran kecil, pulau itu dijaga dan dilindungi oleh mesin perang paling canggih di dunia, demikian dilaporkan Deutsche Welle, Rabu (9/8/2017).

Guam, pulau kecil di barat Pasifik yang berjarak 6.300 km dari Hawaii dan 3.500 km dari pesisir tenggara Korut, merupakan wilayah koloni AS sejak 1898.

Belum lama ini penguasa Pyongyang, Kim Jong Un, mengumbar rencana menyerang pulau berpenduduk 350.000 jiwa itu dengan peluru kendali balistik berhulu ledak nuklir.

Pasalnya posisi strategis Guam menjadi andalan militer AS yang membutuhkan gerbang ke Asia Timur.

Pada Perang Dunia II misalnya, AS kerap melancarkan serangan udara terhadap Jepang dari pangkalannya di Guam.

Baca: Korut Ancam Akan Serang Hawaii dan Guam

Peran serupa diberikan kepada pulau tersebut saat perang Vietnam dan kini dalam konflik di Semenanjung Korea dan Laut China Selatan.

Momok buat Korut

Tidak heran jika keberadaan Guam menjadi momok bagi Korut. Seperempat wilayah pulau digunakan sebagai pangkalan militer.

Sebanyak 6.000 personel militer AS ditempatkan di sana.

Menyusul konflik dengan penduduk lokal di pangakalan militer di Jepang, kini Washington berniat memindahkan sebagian pasukannya ke Guam.

Adalah keberadaan dua pangkalan militer AS yang menempatkan Guam di peta dunia.

Di selatan AS memiliki Apra Harbor, pangakalan angkatan laut yang antara lain selalu dijaga oleh empat kapal selam nuklir.

Baca: "72 Persen Warga AS Khawatir Perang dengan Korut akan Meletus”

Setiap misi pengintaian udara juga dikerahkan dari sana. Tidak heran jika militer AS menyematkan julukan "ujung tombak" pada pulau kecil tersebut.

Selain Apra Harbor, militer AS juga memiliki pangakalan udara Andersen Air Force Base yang antara lain menampung skuadron pembon dengan pesawat B-52 Stratofortress atau B-1B Lancer.

Sejak 2010 AS juga menempatkan beberapa pesawat nirawak pengintai RQ-4B Global Hawks. Pangkalan udara Andersen juga sering digunakan buat mendaratkan pesawat ulang alik milik NASA.

Pertahanan udara terluar

Untuk menghadapi ancaman Korut, AS sejak 2013 membangun sistem pertahanan udara Terminal High Altitude Area Defense (THAAD) di selatan Guam.

Dikembangkan pada Perang Teluk I, THAAD antara lain bertugas menghancurkan peluru kendali tanpa hulu ledak, melainkan dengan tumbukan energi kinetik.

AS juga berniat menempatkan THAAD di perbatasan Korsel.

Baca: Hadapi Korut, AS Pindahkan Sistem Anti-Rudal ke Guam

Bukan kali pertama Korut mengancam menyerang Guam. Terlebih pulau kecil tersebut juga berada di dalam jangkauan peluru kendali Hwasong-8, yang meski ditaksir mampu melahap jarak sejauh 6.000 km, hanya terbang sejauh 1.000 km pada ujicoba awal tahun silam.

Namun begitu ancaman serangan nuklir terhadap Guam kini jauh lebih nyata ketimbang sebelumnya.

Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:
EditorPascal S Bin Saju
Komentar