Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Presiden Obama Kurangi Hukuman 111 Napi

Kompas.com - 31/08/2016, 22:00 WIB

WASHINGTON, KOMPAS.com -Presiden Amerika Serikat Barack Obama, Selasa (30/8/2016) mengurangi hukuman 111 narapidana.

Keputusan ini diambil dalam putaran baru pemberian remisi kepada mereka yang dihukum karena kasus narkoba, non-kekerasan.

Pembebasan lebih awal itu merupakan bagian dari upaya Obama untuk memperbaiki apa yang dianggapnya hukuman minimum wajib.

Desakannya untuk mengurangi beban pelanggar narkoba non-kekerasan mencerminkan pandangan lama dia.

Menurut Obama, negara harus memperbaiki dampak aturan hukuman berat yang menyebabkan ribuan warga AS terlalu lama mendekam dalam penjara.

Termasuk di antara yang mendapat potongan hukuman ini adalah orang-orang yang dihukum karena melakukan pelanggaran narkoba dengan menyelundupkan kokain, heroin, mariyuana dan metamfetamin.

Penasihat Gedung Putih Neil Eggleston mengatakan Obama telah memberi 673 remisi.

Jumlah ini lebih banyak dari gabungan remisi yang diberikan 10 presiden sebelumnya.

Lebih dari sepertiga penerima remisi adalah terpidana yang menjalani hukuman seumur hidup.

“Kita harus ingat bahwa ini adalah orang-orang, putra, putri, orang tua dan dalam banyak kasus, kakek-nenek, yang telah mengambil langkah-langkah rehabilitasi dan berhak mendapat kesempatan kedua,” kata Eggleston.

“Mereka adalah orang yang menerima hukuman keras berdasarkan undang-undang yang sudah tidak berlaku lagi karena umumnya melakukan kejahatan narkoba non-kekerasan."

Obama sejak lama mengimbau agar secara bertahap menghapus hukuman keras bagi pelanggaran narkoba.

Menurut dia,  hal itu menyebabkan hukuman yang berlebihan dan tingkat pemenjaraan yang tidak pernah dialami negara-negara maju lainnya.

Obama cenderung menggunakan kekuasaannya untuk mengurangi hukuman atau lebih sering mengeluarkan remisi di akhir masa jabatannya.

Pejabat pemerintah mengatakan hal itu akan berlanjut sebelum Presiden Obama meninggalkan Gedung Putih pada Januari 2017 mendatang.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Video rekomendasi
Video lainnya


Terkini Lainnya

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Terpopuler

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com