Hadapi Pemilu, Partai Seks Australia Berkoalisi dengan Partai Ganja - Kompas.com

Hadapi Pemilu, Partai Seks Australia Berkoalisi dengan Partai Ganja

Kompas.com - 29/06/2016, 12:15 WIB
sexparty.org.au Salah satu kandidat anggota parlemen dari Partai Seks Australia (ASXP) sedang melayani wawancara dengan pekerja media televisi.

SYDNEY, KOMPAS.com – Partai Seks Australia (ASXP) berkoalisi dengan lebih dari 50 partai kecil lainnya untuk mengimbangi dua partai besar, Partai Buruh dan Partai Liberal Demokrat dalam pemungutan suara pada Sabtu (2/7/2016).

Dengan adanya puluhan partai kecil, termasuk Partai Seks  yang memiliki 6.000 anggotanya, warga Australi bisa tidak terpaku pada dua partai besar, Buruh dan Liberal, seperti dilaporkan kantor berita Agence France-Presse, Rabu (29/6/2016)

Partai Seks didirikan pada 5 Agustus  2009 sebagai reaksi atas apa yang disebutnya sebagai meningkatnya keterlibatan pemerintah dalam kebebasan sipil orang-orang dewasa.

Sempat dibekukan pada 4 Mei 2015 karena kekurangan anggota atau pendukung. Namun, mendaftar kembali sebagai sebuah partai resmi pada 24 Juli 2015.

Walaupun bernama Partai Seks, visi dan misi partai ini bukan tentang hal "esek-esek".

Selain menyangkut kebijakan, Partai Seks  mengadvokasi antara lain masalah dekriminalisasi pekerja seks.

Menurut situs resminya, Partai Seks  berjanji memperjuangkan program seperti legalisasi ganja, hak euthanasia, dan pernikahan sesama jenis.

Dalam upaya untuk meningkatkan peluangnya, Partai Seks baru-baru ini mengumumkan sebuah aliansi dengan Partai Ganja (Hemp).

Mereka berpacu untuk mendapatkan "tiket bersama" di semua negara bagian dan teritori, kecuali di Negara Bagian New South Wales dan Victoria.

Pada tahun 2013, partai-partai kecil berhasil mengamankan 15 persen suara. Fiona Patten, anggota parlemen dari Partai Seks di majelis tinggi Negara Bagian Victoria mengatakan, partainya secara tradisional menarik pemilih muda.

Namun, kata Patten, dukungan juga telah meningkat di antara kalangan baby boomer.

Menurut catatan Kompas.com, sebutan baby boomer merujuk  pada seseorang yang lahir pada periode kemapanan ekonomi sesudah Perang Dunia II, antara tahun 1946 – 1964.

"Karena kami juga punya sikap yang sangat kuat pada euthanasia, saya harus mengatakan saya telah mendekati orang-orang berusia 80-an yang mengatakan 'Suara saya untuk Partai Seks',” kata Patten.

Orang-orang lanjut usia ini juga ingin mendapatkan akses untuk  menggunakan ganja sebagai obat.

EditorPascal S Bin Saju
Komentar

Close Ads X
Close [X]
Radio Live Streaming
Sonora FM • Motion FM • Smart FM