Sopir Taksi Online Dipecat karena Usir Pasangan Lesbian - Kompas.com

Sopir Taksi Online Dipecat karena Usir Pasangan Lesbian

Kompas.com - 13/06/2018, 20:52 WIB
Ahmad El Boutari, pengemudi taksi online di New York, Amerika Serikat, dalam rekaman ketika mengusir pasangan lesbian dari taksinya.Alex Iovine via Sky News Ahmad El Boutari, pengemudi taksi online di New York, Amerika Serikat, dalam rekaman ketika mengusir pasangan lesbian dari taksinya.

NEW YORK, KOMPAS.com - Seorang pengemudi taksi online di New York, Amerika Serikat, dipecat karena dianggap melakukan tindakan keterlaluan.

Diberitakan Sky News Rabu (13/6/2018), pengemudi bernama Ahmad El Boutari itu dipecat setelah mengusir pasangan lesbian karena berciuman di mobilnya.

Alex Iovine dan Emma Pichl awalnya naik taksi El Boutari dari Brooklyn ke Manhattan pada Sabtu pekan lalu (9/6/2018).

Baca juga: Polisi Zambia Buru 2 Perempuan Terduga Lesbian


Di dalam taksi, Iovine dan Pichl berkata bahwa mereka berciuman. Aksi mereka membuat El Boutari berhenti, dan memaksa mereka keluar.

Pasangan yang sudah berhubungan selama dua tahun itu kemudian bertengkar dengan El Boutari, dan merekamnya di ponsel mereka.

Dalam rekaman, El Boutari mengatakan bahwa berciuman di taksi sesuai pedoman perusahaan tempatnya bekerja adalah ilegal.

" Berciuman tidak dilarang. Mengapa kami tidak boleh melakukannya di sini?" tanya salah satu perempuan itu yang kemudian dijawab tindakan mereka tidak sopan.

"Saya tidak ingin bertengkar dengan Anda. Tolong, keluar saja dari taksi saya. Anda tidak bisa melakukannya di sini,' tutur sopir 35 tahun itu.

Allen Fromberg, juru bicara Komisi Limosin dan Taksi Kota New York berkata, pemerintah kota tidak memberi rambu-rambu soal berperilaku di taksi online.

Fromberg berkata, apa yang dilakukan El Boutari merupakan perbuatan yang "tidak bisa diterima dan sangat memuakkan".

"Di New York, ini sudah 2018. Sudah tidak zaman apa yang dilakukannya kepada masyarakat," kecam Fromberg dalam keterangan resmi.

Adapun perusahaan taksi online tempat El Boutari menyatakan, dia sudah dipecat, dan namanya diblokir dari aplikasi karena diskrimiasinya.

Kepada New York Daily News, El Boutari menjelaskan dia mengusir keduanya setelah salah satu menumpangkan kakinya di kursi pengemudi.

Selain itu, Iovine dan Pichl memutar musik kencang-kencang, yang kemudian dibantah langsung oleh Iovine. Dia berujar, El Boutari marah karena berciuman.

"Setelah syok, saya langsung marah karena dia telah mengusir kami," tutur perempuan berusia 26 tahun tersebut dikutip WABC.

Baca juga: Calonkan Lesbian Jadi Perdana Menteri, Presiden Serbia Dikecam


Terkini Lainnya

Tokoh Masyarakat Jabar: Galian C Ilegal Akibat Lemahnya Wibawa Pemerintah

Tokoh Masyarakat Jabar: Galian C Ilegal Akibat Lemahnya Wibawa Pemerintah

Regional
Paparan Visi Misi Jokowi dan Prabowo soal Terorisme Dinilai Kurang Elaboratif

Paparan Visi Misi Jokowi dan Prabowo soal Terorisme Dinilai Kurang Elaboratif

Nasional
Ribuan Warga Hadiri Haul Ayahanda Presiden Jokowi di Boyolali

Ribuan Warga Hadiri Haul Ayahanda Presiden Jokowi di Boyolali

Regional
Mayat Wanita Tanpa Tangan dan Kaki Ditemukan Mengapung di Sungai

Mayat Wanita Tanpa Tangan dan Kaki Ditemukan Mengapung di Sungai

Regional
Seorang Hakim Digerebek Bersama 2 Perempuan di Rumah Dinas

Seorang Hakim Digerebek Bersama 2 Perempuan di Rumah Dinas

Regional
Februari Mendatang, Pemerintah Luncurkan 2.000 Motor Listrik Gesits

Februari Mendatang, Pemerintah Luncurkan 2.000 Motor Listrik Gesits

Regional
Seberangkan Mobil dengan Rakit di Sungai, 1 Keluarga Tewas Tenggelam

Seberangkan Mobil dengan Rakit di Sungai, 1 Keluarga Tewas Tenggelam

Regional
Budi Luhur Laksanakan Pengabdian Masyarakat lewat KKN di 6 Provinsi

Budi Luhur Laksanakan Pengabdian Masyarakat lewat KKN di 6 Provinsi

Edukasi
Pembebasan Abu Bakar Ba'asyir Tinggal Tunggu Surat Perintah

Pembebasan Abu Bakar Ba'asyir Tinggal Tunggu Surat Perintah

Regional
Kerjasama Kemendikbud dan Pemprov DKI Tingkatkan Kualitas Guru

Kerjasama Kemendikbud dan Pemprov DKI Tingkatkan Kualitas Guru

Edukasi
Bupati Karawang Ikut Klarifikasi soal Pernyataan Sandiaga Uno di Debat Capres

Bupati Karawang Ikut Klarifikasi soal Pernyataan Sandiaga Uno di Debat Capres

Regional
Pasar Mayestik Kini Dilengkapi WiFi Gratis

Pasar Mayestik Kini Dilengkapi WiFi Gratis

Megapolitan
Filipina Beli Helikopter Black Hawk karena Pabrik Perakitannya Tidak di AS

Filipina Beli Helikopter Black Hawk karena Pabrik Perakitannya Tidak di AS

Internasional
Pasca-debat, Jokowi dan Prabowo Dinilai Tak Miliki Keinginan Politik Tuntaskan Kasus HAM Masa Lalu

Pasca-debat, Jokowi dan Prabowo Dinilai Tak Miliki Keinginan Politik Tuntaskan Kasus HAM Masa Lalu

Nasional
Residivis Kasus Curanmor Tertangkap Basah Merusak Kunci Kendaraan

Residivis Kasus Curanmor Tertangkap Basah Merusak Kunci Kendaraan

Megapolitan

Close Ads X